KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Lingkungan Hidup

Opini: Lingkungan Hidup

Berbagai masalah dalam lingkungan hidup belakangan makin sering menjadi pembahasan sebagai bentuk kesadaran betapa pentingnya alam di sekitar bagi kehidupan kita. Dalam berbagai acara, masalah lingkungan menjadi salah satu perbincangan yang menjadi perhatian publik. Disadari atau tidak, masalah lingkungan hidup saat ini menjadi persoalan yang paling sering muncul untuk dibicarakan. Kadang, permasalahan lingkungan berulang dan nyaris sama, tetapi belum terdapat solusi konkrit untuk mengatasinya sehingga kerusakan-kerusakan alam dan lingkungan terus saja terjadi. Padahal rusaknya lingkungan alam pada suatu masa, belum tentu dapat dikembalikan seperti semula dengan mudah, meski sudah berganti pada generasi berikutnya untuk memperbaikinya.

Penyebab kerusakan lingkungan beragam, di antaranya pembuangan limbah industri yang mengandung berbagai macam zat kimia. Ada lagi limbah domestik, seperti limbah rumah tangga yang secara sengaja dibuang ke sungai. Juga limbah pertanian. Ini baru sebagian kerusakan lingkungan yang sering kita temukan. Belum lagi soal kerusakan hutan, banjir, abrasi, pencemaran udara, pencemaran air dan tanah, sampah, dan masih banyak lagi. Kerusakan hutan di Indonesia menjadi perhatian dunia, mulai dari penebangan liar, penggundulan hutan, hingga pembakaran hutan menjadi penyebab dari kerusakan hutan tropis Indonesia. Tentu saja jika hal ini dibiarkan terus-menerus, akan menyebabkan berkurangnya kawasan hutan tropis di Indonesia yang berakibat pada ketidakstabilan ekosistem Indonesia dan dunia. Kerusakan-kerusakan alam tersebut pada akhirnya akan membawa dampak sosial bagi masyarakat sekitar, berupa penurunan kualitas hidup, meningkatnya angka kemiskinan, dan permasalahan ekonomi (hilangnya mata pencaharian penduduk lokal yang awalnya hidup dari hasil pertanian, perkebunan dan perhutanan).

Begitu juga soal pencemaran alam. Sekarang mulai banyak dibahas perihal pencemaran air dan tanah. Jika pencemaran udara akibat dari asap kendaraan contohnya, sedangkan tanah juga bisa tercemar oleh bahan-bahan yang dapat merusak kualitas tanah. Misalnya akibat pengambilan bahan tambang yang berlebihan, pembuangan sampah-sampah plastik yang sulit diuraikan, dan macam-macam lagi. Ini merupakan pencemaran lingkungan yang memerlukan keseriusan perhatian pemerintah untuk mengatasinya. Sebab, kerusakan lingkungan dampaknya sangat luar biasa bagi generasi-generasi yang akan datang. Kerugian tidak hanya dialami oleh penduduk yang berada di saat kerusakan terjadi, tetapi diwariskan hingga ke anak-cucunya kelak. Pemerintah harus memiliki keberanian dan tindakan yang nyata dalam menghentikan semua aktivitas yang dapat merusak lingkungan hidup.

Dalam usaha pelestarian tanah dan hutan, diperlukan adanya peraturan pemerintah yang tegas mengenai penebangan dan penanaman hutan, reboisasi, serta pengolahan sampah agar dapat terurai dengan baik. Untuk mengatasi permasalahan ini, tentu saja dibutuhkan kerja sama antara pihak pemerintah, masyarakat, serta pelaku-pelaku industri. Masyarakat pun harus sadar mengenai pentingnya lingkungan sekitar bagi kehidupan dan masa depan kita. Jangan merusak lingkungan hanya untuk kepentingan sesaat seperti kegiatan illegal logging dan penebangan hutan.

Kegiatan pembangunan yang dilakukan perlu memperhatikan lingkungan setempat. Pengaturan tata ruang, daerah resapan air, dan sebagainya yang belakangan kian terlihat berjalan tanpa koordinasi antardepartemen/dinas terkait sehingga terkesan jalan sendiri-sendiri. Sekiranya masih ada kebijakan yang perlu dikoreksi karena terdapat kekeliruan selama ini, pemerintah perlu membuka diri untuk melakukan perbaikan dan perubahan kebijakan. Berubah menuju kehidupan yang lebih baik lagi. Maknanya adalah mengatasi masalah lingkungan perlu kebijakan yang lebih konkrit, bukan sebatas gerakan moral berupa ajakan atau himbauan pemerintah saja. Masyarakat akan terlibat aktif menjaga lingkungan sekitar, jika kebijakan yang digulirkan pemerintah juga memihak kepentingan rakyat dan memberi dampak positif bagi kehidupan mereka. Sebaliknya jika kebijakan soal lingkungan kurang dirasakan manfaatnya, lebih-lebih hanya menguntungkan sekelompok/segelintir orang, jangan disalahkan jika sebagian masyarakat lainnya hanya akan berpangku tangan menyaksikan kerusakan lingkungan yang terjadi.

Mari kita jaga lingkungan hidup kita agar kita bisa wariskan kepada anak cucu kita kelak.

Yogyakarta, 14 Juli 2022

Yohanes Rdo Swastianto
Mahasiswa Program Studi Manajemen UAJY Angkatan 2021
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

Image by Gino Crescoli from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA