KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Spesialis dan Generalis dalam Industri 4.0

Opini: Spesialis dan Generalis dalam Industri 4.0

Pilihan karir mungkin masih menjadi dilema bagi banyak orang. Dalam satu bidang saja, ada berbagai opsi posisi pekerjaan. Selain itu, kita juga bisa memilih ingin menjadi spesialis atau generalis sesuai minat kita. Sebelum menentukan ingin menjadi generalis atau spesialis, kita perlu melihat kondisi industri saat ini. Saat ini, industri masuk ke era industri 4.0 dengan memanfaakan teknologi yang sudah semakin canggih. Jadi, di industri 4.0 ini mana yang lebih diperlukan, spesialis atau generalis?

Spesialis adalah orang yang expert dalam suatu bidang tertentu, know everything about something. Seorang spesialis mempunyai pemahaman yang mendalam terhadap bidang yang dikuasainya. Karena spesifik ke satu bidang, spesialis lebih sulit mendapat pekerjaan dibandingkan dengan generalis, tetapi biasanya memiliki pendapatan yang lebih tinggi. Spesialis banyak dicari oleh perusahaan besar yang mampu memperkerjakan banyak orang.

Generalis adalah orang yang mempunyai pemahanan di berbagai bidang, know something about everything. Pemahaman seorang generalis mungkin tidak sedalam spesialis, tetapi mereka lebih mudah mendapat pekerjaan karena bisa masuk ke berbagai bidang. Generalis juga banyak dicari oleh perusahan karena mampu mengerjakan berbagai bidang sekaligus.

Di industri 4.0 ini, teknologi berkembang dengan sangat cepat. Banyak posisi yang terancam tergantikan oleh teknologi. Kecerdasan buatan mampu menyaingi kehebatan spesialis dengan sistem pakar. Selain itu, tren-tren yang terus berubah menuntut para perusahaan untuk bisa fleksibel. Banyak instansi yang gagal atau kalah saing karena menolak mengikuti perkembangan.

Untuk bisa bertahan dalam industri 4.0 ini, kita diminta untuk bisa fleksibel layaknya generalis. Teknologi-teknologi baru terus bermunculan dan metode-metode pengerjaan yang terus berganti. Mau ataupun tidak, untuk bisa bertahan, kita dituntut untuk bisa menggunakan ini semua, tak hanya fokus pada satu teknologi atau metode. Namun, generalis memiliki kelemahan karena pemahaman yang kurang mendalam, sehingga terancam tergantikan oleh teknologi. Contohnya saat ini orang dapat membuat website dengan mudah menggunakan sebuah aplikasi, tanpa perlu menyewa seorang web developer. Untuk itu, selain fleksibel juga perlu memiliki kemampuan khusus yang membuat kita berbeda dengan yang lain sehingga tidak mudah mencari penggantinya.

Tidak ada salahnya menjadi spesialis maupun generalis. Namun untuk bisa bertahan di industri 4.0, ada penyesuaian yang harus dilakukan. Seorang spesialis harus bisa lebih fleksibel dalam penggunaan teknologi dan metode baru yang terus bermunculan. Sedangkan seorang generalis harus mempunyai kemampuan unik yang membedakannya dengan yang lain sehingga tidak mudah digantikan. Kuncinya adalah menjadi fleksibel dan menjual keunikan.

Yogyakarta, 21 Juli 2022

Gde Rama Vedanta Yudhistira
Mahasiswa Program Studi Informatika UAJY Angkatan 2020
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

Image by Peggy und Marco Lachmann-Anke from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA