KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Selalu Ada Jalan

Kisah Penerima Beasiswa: Selalu Ada Jalan

Hidup memang tidak selamanya berjalan mulus seperti yang kita harapkan. Terkadang dengan adanya rintangan yang kita hadapi justru akan membuat pribadi kita semakin ditempa. Delapan semester saya lewati untuk menyelesaikan perkuliahan saya, di mana saya masih ingat saat saya pertama kali diberikan kesempatan untuk mencoba mendaftar Beasiswa KAMAJAYA pada saat awal saya memasuki semester 3. Saat itu, kondisi keuangan keluarga saya sedang tidak baik. Kebetulan waktu itu saya mendapat informasi Beasiswa KAMAJAYA dari salah satu pengurus KAMAJAYA Scholarship dan dihimbau untuk mendaftarkan diri ke Beasiswa KAMAJAYA.

Saat itu, saya belum mengetahui informasi lengkap mengenai Beasiswa KAMAJAYA. Saya mencoba mencari informasi terlebih dahulu karena saya ragu apakah saya bisa menerima sebuah beasiswa, dikarenakan saya bukan mahasiswi yang tergolong berprestasi selama kuliah. Setelah saya mencari infomasi mengenai program Beasiswa KAMAJAYA, saya mulai mengetahui bahwa Beasiswa KAMAJAYA adalah beasiswa yang benar-benar berbeda dengan beasiswa yang saya ketahui selama ini. Beasiswa ini murni bersifat sosial, bukan beasiswa prestasi yang selama ini banyak ditawarkan di UAJY. Akhirnya, saya memberanikan diri untuk mendaftarkan diri. Beberapa tahap seleksi berhasil dilewati sampai pada akhirnya saya dinyatakan lolos seleksi sebagai Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-4.

Saya menjalani perkuliahan semester demi semester. Beasiswa KAMAJAYA berperan penting dalam perkuliahan saya. Adanya Beasiswa KAMAJAYA, membuat saya merasa terbantu dalam segi finansial ataupun segi mental. Beasiswa KAMAJAYA memiliki sesi konseling yang diadakan setiap akhir semester sebelum dimulainya semester baru. Setiap penerima Beasiswa KAMAJAYA diajak untuk berefleksi bersama dengan konselor. Bersama konselor, setiap penerima Beasiswa KAMAJAYA mengolah dan mengevaluasi capaian hasil belajar, mengidentifikasi faktor-faktor yang mengganggu proses perkuliahan (internal maupun ekternal) dan mencari solusinya. Sesi konseling ini sangat membantu, saya merasa memiliki wadah dalam berbagi cerita, unek-unek, suka dan duka. Tidak hanya sebagai wadah berbagi cerita, namun juga melalui sesi konseling ini saya juga diajak melakukan evaluasi mengenai impian yang saya ingin capai selanjutnya, saya diberi dorongan untuk mewujudkan impian saya.

Memasuki semester ke-7 perkuliahan, saya mulai menyusun proposal Tugas Akhir saya. Saya mencoba memberikan yang terbaik yang bisa saya lakukan. Saya memiliki target agar sebisa mungkin saya dapat menyelesaikan Tugas Akhir saya dalam 1 semester dan lulus tidak lebih dari 8 semester. Hambatan mulai datang saat saya menyusun Tugas Akhir. Saya adalah mahasiswi Program Studi Teknik Industri, jadi topik Tugas Akhir yang ingin saya angkat adalah pengendalian kualitas pada suatu pabrik. Masa pandemi menyebabkan beberapa perusahaan tidak dapat menerima mahasiswa untuk melakukan penelitian. Mencari objek penelitian membutuhkan waktu selama berminggu-minggu bahkan hampir berbulan-bulan. Akhirnya, Tuhan membukakan jalan bagi saya sehingga saya menemukan objek penelitian yang saya harapkan.

Memasuki semester 8, saya mecoba menyelesaikan Tugas Akhir saya dengan maksimal. Sampai pada akhirnya pada tangggal 13 Juli 2022 yang lalu, saya dapat maju ujian pendadaran. Saya benar-benar merasa berterima kasih kepada seluruh pengurus KAMAJAYA Scholarship, serta romo dan suster konselor saya. Pada tanggal 13 Juli 2022, saya dinyatakan lulus ujian pendadaran. Saya percaya walaupun banyak hambatan hadir dalam hidup kita, jika kita mempunyai niat baik maka Tuhan akan membukakan jalan.

Hidup menurut saya ibarat belajar naik sepeda, untuk menyeimbangkan agar sepeda dapat terus berjalan, maka kita juga harus berusaha keras untuk mengayuh. Saya percaya roda sepeda (roda kehidupan) akan selalu berputar dan lama kelamaan sepeda (kehidupan) kita menjadi seimbang. Belajar naik sepeda pasti awalnya kita dibantu. Maka saat kita sudah berhasil dan bisa untuk mengayuh sepeda kita sendiri, kita juga tidak boleh melupakan peran orang yang telah membantu kita. Banyak doa, harapan, dan segala dukungan yang sudah saya terima, terutama dari pengurus KAMAJAYA Scholarship, suster, romo, dan para donatur sehingga saya dapat menyelesaikan perkuliahan saya.

Saya bukanlah orang yang pintar. Kebanyakan beasiswa yang ada hanya diperuntukkan mahasiswa-mahasiswi berprestasi. Namun berkat program Beasiswa KAMAJAYA yang justru bukan untuk mahasiswa-mahasiswi berprestasi, tetapi untuk menyelamatkan mahasiswa-mahasiswi yang terancam putus kuliah tanpa syarat prestasi akademik, saya memperoleh kesempatan untuk menerima Beasiswa KAMAJAYA yang sangat membantu dalam perkuliahan saya. Saya tidak akan lupa kepada Beasiswa KAMAJAYA yang telah mengambil peran penting dalam perkuliahan saya. Saya berkomitmen juga ke depan untuk menebarkan kasih seperti yang sudah diajarkan oleh Beasiswa KAMAJAYA.

Yogyakarta, 22 Juli 2022

Petronella Ayu Ragil Kusuma
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri UAJY Angkatan 2018
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-4

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA