KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Belajar Berorganisasi

Opini: Belajar Berorganisasi

Kampus tak hanya sebagai tempat untuk belajar, terdapat organisasi mahasiswa sebagai wadah untuk mengembangkan minat, bakat dan potensi mahasiswa. Organisasi mahasiswa atau kerap disebut ormawa merupakan organisasi yang beranggotakan mahasiswa. Terdapat beberapa jenis ormawa, seperti badan eksekutif, himpunan mahasiswa, dan unit kegiatan mahasiswa. Masing-masing ormawa ini memiliki fokus dan tujuan yang berbeda.

Beberapa mungkin berpikiran bahwa organisasi hanya menghabiskan waktu. Kesibukan organisasi ditakutkan dapat mengganggu fokus dalam kegiatan akademik perkuliahan. Karena itu banyak yang menjadi mahasiwa kupu-kupu (kuliah-pulang kuliah-pulang). Masa kuliah seharusnya bukan hanya masa untuk belajar, tapi juga masa untuk mengembangkan minat bakat dan potensi yang dapat tersalurkan melalui organisasi.

Berorganisasi memberi kesempatan untuk bertemu banyak orang baru dan bekerja sama dengan mereka. Dari sana, kita bisa mendapat teman dan relasi yang baru. Selain itu, kemampuan komunikasi juga dilatih. Untuk bisa bekerja sama dengan baik, tiap divisi perlu saling berkoordinasi dengan cara berkomunikasi. Kemampuan bersosialisasi akan terlatih dari bekerja bersama beragam orang dengan sifat dan karakter yang berbeda-beda. Ini akan berguna dalam dunia kerja di mana kita bertemu rekan kerja yang tidak dikenal sebelumnya.

Tentunya berorganisasi memakan waktu yang tidak sedikit. Ini juga menjadi kesempatan kita untuk belajar mengatur waktu antara kuliah dan organisasi. Kesibukan organisasi memang menyita waktu kuliah. Namun, waktu tersebut tidaklah sia-sia. Waktu untuk berorganisasi digunakan untuk menambah pengalaman baru yang tidak kalah penting. Teman-teman yang didapat dari berorganisasi juga bisa diajak berdiskusi soal tugas kuliah dan menjadi anggota kelompok dalam suatu tugas. Jadi, berorganisasi juga bisa membantu dalam perkuliahan.

Berorganisasi bisa menjadi persiapan sebelum terjun ke lapangan kerja. Dalam dunia kerja, keahlian teknis saja tidak cukup. Hardskill yang kuat namun tanpa didukung softskill akan berpengaruh terhadap kinerja suatu individu. Berorganisasi akan menjadi wadah yang bagus untuk melatih softskill mahasiswa. Hasil kegiatan organisasi juga bisa dimasukkan ke dalam CV yang menjadi nilai tambahan saat melamar pekerjaan. Selain itu, relasi yang didapat dari organisasi bisa saja memudahkan kita dalam mencari pekerjaan.

Selama menjadi mahasiswa, tak ada salahnya mencoba ikut dalam organisasi kemahasiswaan. Selain menambah pengalaman, juga menambah relasi dan mengembangkan potensi yang akan berguna ke depannya. Kesibukan organisasi bisa dijadikan kesempatan untuk belajar mengatur waktu. Kegiatan akademik perkuliahan hanya fokus untuk mengembangkan hardskill. Namun dalam dunia kerja, diperlukan softskill sebagai pendukung hardskill tersebut. Beda dengan hardskill, softskill tidak bisa dilatih dengan hanya dipelajari. Berorganisasi akan melatih softskill dengan memberi pengalaman langsung dalam berkoordinasi dan berkomunikasi.

Yogyakarta, 4 Agustus 2022

Gde Rama Vedanta Yudhistira
Mahasiswa Program Studi Informatika UAJY Angkatan 2020
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

Image by Gerd Altmann from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA