KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Menghijaukan Kembali Paru-Paru Dunia

Opini: Menghijaukan Kembali Paru-Paru Dunia

Hutan merupakan ekosistem yang berpengaruh pada hampir setiap spesies yang ada di bumi. Pada saat hutan terganggu, maka akan timbul berbagai macam bencana, baik itu lokal maupun di seluruh dunia. Kerusakan hutan terjadi hampir di seluruh dunia, di mana kerusakan tersebut sebagian besar disebabkan oleh aktivitas manusia. Faktor lainnya adalah karena adanya alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan atau bisa juga dijadikan sebagai lahan pemukiman bagi warga, yang nantinya akan dapat menimbulkan berbagai macam bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Indonesia termasuk salah satu negara di dunia yang mempunyai area hutan paling luas, terutama di wilayah Kalimantan. Maka, tak heran banyak orang yang mengenal Kalimantan sebagai paru-paru dunia. Namun akhir-ahir ini, hutan alam di Indonesia terutama di wilayah Kalimantan dan Sumatera semakin berkurang begitu cepat. Banyaknya hutan yang rusak berpotensi mengancam kehidupan makhluk hidup di dalamnya, baik itu hewan ataupun manusia. Apabila kita tidak menjaga hutan kita, jangan heran jika suatu saat nanti Kalimantan sebagai paru-paru dunia hanya akan menjadi kenangan.

Keanekaragaman sumber daya alam di Indonesia sudah dikenal oleh dunia. Usaha pemerintah dalam pelestarian sumber daya hutan tidak hanya melalui undang-undang, peraturan, dan kebijakan dengan tujuan memberikan efek jera bagi para perusak hutan, tetapi juga melalui penghijauan, regenerasi hutan, serta penyuluhan kepada masyarakat. Hal tersebut yang mendasari pemerintah akhir-akhir ini gencar melakukan pelestarian hutan untuk menghindari kerusakan hutan yang lebih parah. Namun dalam praktiknya, manusialah yang menjadi tokoh utama dalam pemeliharaan dan penghijauan di hutan.

Satu hal lagi, Kalimantan akan dijadikan wilayah ibu kota untuk negara Indonesia. Dari situ, perlu kesadaran masyarakat untuk memelihara kelestarian hutan dengan dibantu masyarakat lokal. Akan banyak pendatang dari lokal maupun luar negeri untuk mengunjungi ibu kota negara di Kalimantan. Sebagai tuan rumah, kita harus tampil dan melayani para pendatang dengan keindahan dan keramahan khas pulau Kalimantan.

Yogyakarta, 25 Agustus 2022

Yohanes Rdo Swastianto
Mahasiswa Program Studi Manajemen UAJY Angkatan 2021
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

Image by Shameer Pk from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA