KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Menutup dan Membuka Diri

Kisah Penerima Beasiswa: Menutup dan Membuka Diri

Foto bersama dosen pembimbing dan dosen penguji.

Proses dalam menjalani kehidupan memang tidak selamanya berjalan mulus. Banyak rintangan yang akan dihadapi dan proses inilah terkadang membuat kita tidak berdaya dan ingin rasanya menyerah. Berproses mengajarkan kita untuk lebih bersabar supaya kita bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Begitu juga dengan proses kehidupan selama kuliah yang saya alami, delapan semester dilewati dengan banyak rintangan. Dari awal semester dimulai dari pengenalan terhadap lingkungan yang saya pun menutup diri karena pada waktu SMA ada kejadian yang membuat saya tidak percaya dengan orang lain. Sifat ini masih saya bawa di saat kuliah. Dampaknya pada saat kuliah saya tidak memiliki teman dan kesulitan dalam kuliah.

Kemudian, saya mencoba untuk membuka diri lagi dan berteman dengan beberapa teman. Dan ternyata, hal ini membuat saya merasa dihargai dan dicintai sehinga membawa dampak baik bagi kehidupan kuliah. Akan tetapi, menjalani kehidupan kuliah tidak luput dari kesulitan biaya kuliah yang ditanggung oleh orang tua. Pada saat kejadian yang menimpa keluarga, kejadian ini mengharuskan orang tua sampai menjual barang-barang yang berharga. Kejadian itulah yang membuat keadaan ekonomi jatuh dan membuat Bapak tidak berkerja lagi. Hal yang paling menyakitkan bagi keluarga terutama saya, saya tidak mengetahui hal tersebut. Yang hanya saya tahu bahwa orang tua bisa mencukupi biaya kuliah. Sehingga pada semester 3, saya memutuskan untuk mencari beasiswa supaya tetap bisa melanjutkan kuliah. Dan puji Tuhan, saya menemukan salah satu beasiswa yaitu Beasiswa KAMAJAYA.

Foto pada saat melakukan penelitian.

Di semester inilah saya mempersiapkan keperluan untuk medaftar beasiswa ini dan puji Tuhan saya dinyatakan lolos seleksi. Saya sangat bersyukur bisa menjadi salah satu penerima beasiswa ini. Karena dengan adanya beasiswa ini, saya terbantu dan bisa melanjutkan kuliah dengan baik. Selama menjadi penerima Beasiswa KAMAJAYA, saya bergabung dalam kegiatan grup WhatsApp Ulang Tahun KAMAJAYA Scholarship. Saya sangat senang karena di kegiatan ini bisa mengenal satu dengan yang lain.

Foto saat saya mengerjakan skripsi.

Singkat cerita, di semester 7 saya sudah mulai mengerjakan skripsi. Akan tetapi, pada saat inilah tantangan baru muncul dan pengerjaan skripsi saya mengalami kesulitan lagi, yaitu kendala karena ketidaksanggupan dalam menyelesaikan skripsi sesuai waktu yang saya rencanakan. Di semester 7 ini, saya masih banyak mengambil mata kuliah dan juga mengulang mata kuliah sehingga pada semester ini saya tidak dapat menyelesaikan skripsi dan harus melanjutkan skripsi di semester 8.

Foto setelah ujian pendadaran.

Di semester 8 ini, pada umumnya mahasiswa Fakultas Hukum UAJY sudah harus mengakhiri masa studinya. Saya merasa sedikit khawatir karena teman-teman saya sudah banyak yang menyelesaikan skripsi di semester sebelum semester 8. Di semester 8, saya juga mengalami kendala dalam melakukan penelitian, yaitu kekurangan biaya dan narasumber dalam penelitian ini memiliki waktu luang yang sangat terbatas. Akan tetapi, semua kesulitan itu akhirnya berhasil saya lalui meski saya sempat merasa down. Kesulitan ini membuat saya kembali teguh untuk berjuang berkat motivasi bahwa “jangan takut berjalan lambat, tetapi takutlah jika hanya berdiri diam”. Saya juga termotivasi berkat adanya bimbingan yang dilakukan rutin oleh KAMAJAYA Scholarship dan juga berkat keluarga terutama orang tua, teman-teman yang selalu setia menemani mengerjakan skripsi hingga selesai.

Selama saya kuliah sampai dengan dengan selesai, saya selalu ingat kata-kata orang yang mengomentari kehidupan keluarga saya secara negatif dan itulah yang saya jadikan sebagai acuan untuk membuktikan bahwa saya bisa. Akhirnya, semua sudah dilalui dan puji Tuhan berhasil menyelesaikan pendidikan S1. Ini semua berkat pertolongan yang Tuhan berikan dan dukungan semua orang yang menyayangi saya.

Saya sangat berterima kasih kepada KAMAJAYA Scholarship, karena tanpa beasiswa ini mungkin saya tidak akan bisa menyelesaikan kuliah hingga mendapatkan gelar sebagai Sarjana Hukum yang saya mimpikan selama ini. Ucapan terima kasih secara khusus saya sampaikan kepada keluarga besar KAMAJAYA Scholarship, Bapak/Ibu donatur yang sudah menabur kasih untuk mewujudkan mimpi bagi kami anak-anak yang kurang mampu, kepada Bapak/Ibu pengurus KAMAJAYA Scholarship yang telah memberikan dukungan dan selalu meluangkan waktu serta tenaga untuk KAMAJAYA Scholarship agar beasiswa ini tetap berjalan dengan baik, dan kepada Romo dan Suster yang selalu hadir dan menjadi tempat saya bercerita dan keluh kesah. Terima kasih kepada keluarga besar KAMAJAYA Scholarship, kiranya Tuhan memberkati setiap usaha yang dilakukan dan selalu menabur kasih kepada sesama yang membutuhkan.

Yogyakarta, 30 Agustus 2022

Rosalia Tarihoran
Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UAJY Angkatan 2018
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-4

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA