KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Senioritas

Opini: Senioritas

Sebagai mahasiswa, pasti tidak asing dengan istilah senioritas. Untuk mahasiswa baru, masalah senioritas adalah hal yang cukup membuat cemas. Kita bisa melihat berita-berita yang menyampaikan seberapa parahnya perilaku senioritas, yang bahkan bisa sampai memakan korban. Perlakukan senioritas biasanya terjadi pada acara inisiasi atau minggu-minggu awal para mahasiswa baru mulai datang ke kampus. Akibatnya, bukannya bersemangat, para mahasiswa baru malah merasa takut saat pertama masuk kampus.

Masalah senioritas masih ada di beberapa tempat. Para mahasiswa baru yang menerima perlakuan semena-mena dari para senior, akhirnya menyimpan rasa dendam. Saat menjadi senior, dendam tersebut dilampiaskan dengan memberi perlakuan yang sama ke junior. Hal ini akhirnya membentuk lingkaran setan yang terjadi berulang-ulang, seakan menjadi tradisi. Untuk menghentikannya, para senior harus mengesampingkan dendam dan ego mereka dan lebih memikirkan mahasiswa baru agar tidak mengalami hal yang sama dengannya.

Istilah senioritas sebenarnya memiliki tujuan awal yang baik, di mana para senior membimbing para junior demi membentuk mahasiswa baru agar lebih disiplin, kompak, dan memiliki rasa hormat kepada dosen, senior, dan sebaya. Dengan tujuan tersebut, senioritas seharusnya bisa menjadi hal yang positif. Namun, yang menjadi masalah adalah ketika senioritas dilakukan secara berlebihan. Mulai dari sikap marah berlebihan, sikap merendahkan junior, perintah dan hukuman yang tidak masuk akal. Para senior diberikan kewenangan untuk melaksakan kegiatan inisiasi. Akibatnya, para senior yang memiliki dendam atau rasa ego yang tinggi, memanfaatkan ini untuk berbuat seenaknya kepada para mahasiswa baru.

Hubungan senior-junior harusnya menjadi hubungan yang saling membantu, bukan dipenuhi dengan dendam. Senior sering juga disebut sebagai kating atau kakak tingkat. Sesuai sebutannya, akan lebih baik jika kating bisa berperan selayaknya kakak bagi para juniornya. Merangkul mereka agar lebih merasa nyaman, terutama pada lingkungan kampus yang masih baru bagi mereka. Selain itu, senior juga dapat membantu dalam hal perkuliahan. Ada banyak informasi yang bisa dibagikan senior kepada juniornya, seperti materi perkuliahan, pemilihan kelas yang enak diikuti, dan informasi lainnya.

Masalah senioritas masih menjadi hal yang membuat cemas bagi para mahasiswa baru. Senioritas yang mewarnai setiap kegiatan inisiasi awalnya bertujuan untuk membangun hubungan yang baik antara mahasiswa senior dan mahasiswa junior, mahasiswa senior membimbing mahasiswa junior dan mengenalkan mereka pada lingkungan kampus, tetapi mulai menjadi masalah karena dilakukan secara berlebihan. Kalaupun senioritas diperlukan, sebaiknya dilakukan sewajarnya saja dan hanya pada kegiatan tersebut saja. Setelah acara selesai, mahasiswa senior bisa kembali berperan selayaknya kakak bagi mereka, merangkul dan membantu mereka agar lebih nyaman dalam perkuliahan. Hubungan senior-junior harusnya menjadi hubungan yang baik dan sehat agar tercipta suasana yang nyaman untuk belajar.

Yogyakarta, 31 Agustus 2022

Gde Rama Vedanta Yudhistira
Mahasiswa Program Studi Informatika UAJY Angkatan 2020
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA