KAMAJAYA Scholarship / Coretan Mahasiswa  / Coretan Mahasiswa: Menuju Universitas Laudato Si

Coretan Mahasiswa: Menuju Universitas Laudato Si

Laudato Si merupakan ensiklik Paus Fransiskus yang terbit pada Mei 2015, yang berisi tentang kepedulian terhadap lingkungan alam dan dibagi dalam enam bagian. Pada bagian pertama, Paus Fransiskus membahas isu-isu terkait lingkungan terkini, seperti polusi, perubahan iklim, kelangkaan air, hilangnya keanekaragaman hayati, dan juga ketimpangan global. Kemudian di bagian selanjutnya, dibahas mengenai penciptaan di mana sejak semula Tuhan telah memerintahkan untuk menanam dengan bertanggung jawab. Selanjutnya pada bagian tiga, dieksplorasi mengenai akar permasalahan yang menyebabkan semua masalah lingkungan yang muncul dan bagian selanjutnya menjelaskan mengenai solusi untuk masalah lingkungan yang sedang berlangsung dengan judul “Ekologi Integral”. Di bagian lima, merupakan penerapan konsep ekologi integral ke dalam kehidupan politik, dan ini menyerukan perjanjian internasional untuk melindungi lingkungan. Pada bagian terakhir, Paus Fransiskus mengakhiri ensiklik dengan menguraikan langkah-langkah yang dapat dilakukan seseorang pada proses konversi ekologis, seperti mengucap syukur ketika makan, berdoa, belajar lebih banyak tentang alam, dan juga tidak menjadi konsumerisme untuk dapat mengurangi partisipasi dalam bentuk materialistis.

Pada acara Dies Natalis yang ke-57, Universitas Atma Jaya Yogyakarta mengangkat tema yang diambil berdasarkan ensiklik Paus Fransiskus, yaitu “Aktualisasi Karya Ekologis Universitas Atma Jaya Yogyakarta Menuju Universitas Laudato Si”. Ibu Felasari yang merupakan ketua Dies Natalis ke-57, mengungkapkan bahwa tema ini diangkat karena rasa prihatin pada berbagai macam isu lingkungan yang kompleks, dan Ibu Felasari menyadari bahwa hal ini perlu kontribusi dari banyak pihak agar bisa mengurangi dampaknya.

Di samping lomba-lomba yang memeriahkan acara Dies Natalis, UAJY juga menggelar talkshow secara online yang mengajak untuk mencintai bumi. Dalam talkshow tersebut, dihadirkan tiga pembicara yang peduli akan lingkungan. Diawali oleh Romo Patricius yang memaparkan tentang pemanfaatan tumbuhan lokal untuk menunjang kehidupan manusia, Romo Patricius menjelaskan bahwa tumbuhan seperti jali yang kerap dianggap gulma rupanya punya banyak manfaat. Ia berharap setiap orang yang mengikuti talkshow dapat lebih memperhatikan lingkungan dan juga tanaman lokal yang memiliki banyak manfaat ke depannya.

Selanjutnya, ada Ir. Pramana yang merupakan ketua Tim Laudato Si berharap agar tidak hanya ketika menjelang Dies Natalis saja, universitas melakukan kegiatan yang tidak bertumpang tindih dengan Laudato Si, karena baik universitas maupun mahasiswa sudah memiliki modal dalam menjalankan gerakan Laudato Si. Terakhir, Ibu Denok yang merupakan Mentor Mandiri Pengelolaan Sampah menutup talkshow dengan bercerita tentang pengolahan sampah menjadi barang yang dapat dimanfaatkan lagi sehingga sampah tidak menjadi limbah yang menumpuk dan mencemari lingkungan karena bumi ini merupakan rumah bersama yang harus dirawat dan dijaga.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA