KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: One Journey Ends, Another Begins!

Kisah Penerima Beasiswa: One Journey Ends, Another Begins!

Hidup adalah perjalanan. Ketika kita berhenti, banyak hal tidak berjalan dengan baik.”

-Paus Fransiskus

Waktu terasa begitu cepat, ya …, perjalanan hidup ini terasa sangat cepat karena tahu-tahu saya sudah ada di tahapan akhir perkuliahan. Sebelum bercerita, perkenankan saya kembali memperkenalkan diri dan sedikit menceritakan tentang latar belakang keluarga saya. Saya Eduardus Ardian Tanaya mahasiswa Program Studi Akuntansi UAJY Angkatan 2018. Saya adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakakku saat ini adalah asisten akademik di ITB dan adikku masih berkuliah di Universitas Negeri Jember. Bapak dan Ibu saat ini berjualan ayam geprek di rumah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebelumnya, Bapak dan Ibu juga berusaha di bidang kuliner yakni berjualan bakso (franchise: Bakso Benhil). Saat itu adalah masa sulit yang dialami keluarga kami. Ketika kami mulai berjualan bakso, virus korona datang sebagai pandemi. Penjualan sangat sepi dan hasilnya kami bangkrut. Padahal saat itu, Bapak dan Ibu harus memenuhi biaya kuliah saya sekaligus biaya masuk kuliah adik saya.

Foto bersama Bapak dan Ibu.

Saya sangat merasa terberkati karena jika flashback ke awal masuk kuliah, hambatan terbesar terkait biaya untuk masuk kuliah di UAJY mungkin membuat putus asa untuk bisa melanjutkan studi di jenjang perkuliahan. Puji Tuhan, Pak Maryatmo (Ketua KAMAJAYA Scholarship) sebagai tangan Tuhan saat itu menunjukkan jalan bahwa harapan saya tetap bisa melanjutkan kuliah. Walaupun dengan pengorbanan luar biasa dari orang tua untuk mencicil biaya masuk kuliah, Puji Tuhan akhirnya beban orang tua diringankan di Semester 3 dengan Beasiswa KAMAJAYA.

Beasiswa KAMAJAYA benar-benar sangat membantu saya mewujudkan cita-cita untuk menyelesaikan studi demi mendapatkan gelar sarjana. Kedua orang tua saya hanyalah lulusan SMA. Namun, cita-cita mulia mereka untuk memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anaknya selalu diusahakan sekuat mungkin. Doa dan usaha mereka terjawab oleh Tuhan yang selalu hadir memberkati keluarga kami melalui orang-orang di sekitar kami.

Foto bersama seluruh keluarga.

Selama perkuliahan, motivasi terbesar saya adalah keluarga dan orang-orang baik yang tulus membantu saya untuk bisa berkuliah. Hingga semester tujuh dapat saya hadapi dengan lancar dan memperoleh IPK 3,71. Semester delapan terasa pahit karena saya perlu banyak bersabar untuk menyelesaikan tugas akhir (skripsi). Selain butuh kerja keras, skripsi ternyata juga butuh kesabaran. Setiap orang punya kesulitan masing-masing untuk menyelesaikan skripsi. Mungkin dalam tulisan ini saya akan banyak bercerita terkait kesulitan meyelesaikan skripsi karena inilah yang mendominasi pikiran saya di semester lalu. Akan tetapi, saya harus selalu bersyukur. Walaupun banyak kesulitan, saya merasa pertolongan Tuhan selalu menyertai.

Kesulitan pertama yang dihadapi ketika mengerjakan skripsi semester lalu adalah pergantian dosen pembimbing. Akibat dari pergantian dosen pembimbing adalah ada banyak hal yang perlu direvisi di dalam proposal yang sudah diseminarkan. Dosen pembimbing ketika seminar adalah Pak Iwan. Pak Iwan selalu menekankan bahwa pedoman untuk mengerjakan skripsi adalah skripsi-skripsi atau karya ilmiah Indonesia yang tulisannya sesuai dengan situasi di Indonesia karena perpajakan di tiap negara berbeda-beda. Proposal yang sudah dibuat berhasil diseminarkan, walaupun akhirnya perlu banyak revisi di semester 8 di bawah bimbingan Bapak Nuritomo.

Bapak Nuritomo atau yang akrab dipanggil Pak Tom berbeda pandangan dengan Pak Iwan terkait pedoman utama yang dipakai dalam penulisan skripsi. Pak Tom menekankan bahwa pedoman utama lebih baik menggunakan jurnal-jurnal atau karya ilmiah internasional. Mengubah pedoman utama dalam penulisan skripsi sama dengan merombak sebagian besar isi skripsi yang sudah dikerjakan. Walaupun ini sebuah kesulitan besar, Puji Tuhan akhirnya saya bisa merevisi sebagian besar Bab I hingga III sesuai dengan arahan Pak Tom. Revisi di Bab I hingga III banyak memakan waktu. Hingga pada akhirnya di bulan Mei 2022, Pak Tom menyetujui Bab I hingga III yang saya berikan.

Kesulitan kedua muncul ketika saya melaksanakan pengumpulan data. Data primer dari kuesioner yang dibutuhkan perlu bantuan dari pihak Direktorat Jendral Pajak (DJP). Ketika membutuhkan bantuan pihak lain dalam pengumpulan data, maka perlu bersabar karena instansi pemerintah identik dengan proses dan birokrasi yang rumit. Izin untuk data primer melalui fasilitas e-riset sebenarnya sudah diproses sejak Januari 2022. Namun karena proses dan birokrasi yang rumit tadi, beberapa kali komunikasi dengan DJP terkait pertanyaan progres data yang diperlukan sering kali hanya dijawab, “Mohon bersabar.”

Kesabaran akhirnya berbuah manis. Bersamaan dengan persetujuan Pak Tom terkait revisi di bab I-III, DJP akhirnya menyebarkan kuesioner yang sudah dibuat di awal bulan Juni 2022. Hingga akhirnya, ada 266 responden yang datanya siap diolah untuk bahan skripsi saya. Ketika penulisan skripsi selesai, dosen pembimbing langsung merekomendasikan saya untuk mendaftarkan diri dalam ujian pendadaran. Saya sangat bangga dan bahagia karena pada akhirnya tanggal 9 September 2022 lalu saya berhasil melewati ujian pendadaran sebagai syarat kelulusan untuk memperoleh gelar sarjana akuntansi. Bukan hanya itu, penelitian saya juga direkomendasikan tim penguji untuk dimasukkan ke Perpustakaan UAJY.

Satu langkah kehidupan telah selesai, langkah kehidupan berikutnya menanti untuk dijalani. Setelah menyelesaikan studi, saya berharap bisa mendapatkan kerja agar bisa mencukupi kebutuhan pribadi dan orang tua. Dengan lulusnya saya, besar harapan juga untuk saya ikut berkontribusi dalam KAMAJAYA Scholarship yang punya tujuan mulia membantu kaum muda yang menghadapi kesulitan mewujudkan cita-citanya sebagaimana saya dahulu mengalaminya. Tulisan ini saya buat dengan maksud untuk berterima kasih kepada Tuhan serta keluarga besar KAMAJAYA Scholarship yang mana selalu hadir untuk membantu saya menyelesaikan perkuliahan. Hanya doa yang dapat saya berikan kepada segenap donatur dan keluarga besar KAMAJAYA Scholarship. Semoga ketulusan hati Bapak/Ibu/Saudara/Saudari membawa kebahagiaan sejati dalam hidup

Yogyakarta, 19 September 2022

Eduardus Ardian Tanaya
Mahasiswa Program Studi Akuntansi UAJY Angkatan 2018
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-3

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA