KAMAJAYA Scholarship / Coretan Mahasiswa  / Coretan Mahasiswa: Bukan Sekadar Baju Kondangan

Coretan Mahasiswa: Bukan Sekadar Baju Kondangan

Pada tanggal 2 Oktober 2009, UNESCO yang merupakan organisasi Internasional yang bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan menetapkan batik sebagai “Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity” atau warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan budaya tak benda. Penetapan dari UNESCO ini seharusnya semakin membuat kita bangga ketika menggunakan batik.

Berkembangnya gaya berbusana modern dari barat memunculkan anggapan batik sebagai busana konservatif yang kurang modis. Model baju batik yang biasanya dijahit menjadi kemeja membuatnya tampak resmi sehingga banyak dipakai di acara-acara resmi seperti acara pernikahan. Berbicara soal acara pernikahan atau biasa disebut kondangan ini cukup identik dengan busana batik, sehingga banyak orang yang melemparkan pertanyaan, “Habis kondangan dari mana?” kepada orang yang menggunakan busana batik.

Padahal, penggunaan batik cukup fleksibel. Batik dapat digunakan untuk acara semi formal yang mana acara di dalamnya tidak terlalu resmi. Kalaupun merasa beberapa model batik terlalu resmi untuk

acara semi formal, kita dapat mengkreasikan model sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kita dapat membeli motif kain batik yang kita inginkan, kemudian kita dapat menjahitnya sendiri ataupun meminta tolong pada orang yang mahir di bidangnya untuk dapat membuat batik versi kita. Selain busana, batik juga dapat dikreasikan menjadi tas, bandana, dan juga masker karena pada masa new normal setelah pandemi Covid-19, masker dibutuhkan sebagai bentuk kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Dengan kefleksibilitasannya, seharusnya kita bisa dengan bangga menggunakan batik yang merupakan warisan budaya tak benda dari nenek moyang kita.

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA