KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Opini: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

Tanggal 26 November diperingati sebagai HARI GURU NASIONAL. Hari Guru diperingati sebagai penghargaan atas jasa para guru. Pekerjaan guru kerap disepelekan, padahal memberi dampak yang besar untuk mewujudkan salah satu tujuan Bangsa Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Kehadiran seorang guru memberi dampak besar bagi kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Indoensia. Di balik negara yang maju, terdapat sistem pendidikan yang baik dan guru-guru yang membantu mewujudkannya.

Guru bukan hanya sebutan untuk pengajar di instansi pendidikan. Semua orang yang membagi ilmu kepada kita dapat disebut guru. Kita hidup dengan memanfaatkan ilmu yang telah kita terima. Ilmu yang diberikan tak hanya berupa materi akademis, tapi juga pengalaman hidup dan saran yang berguna. Dengan demikian, guru tak hanya memberikan ilmu agar kita menjadi pintar, tetapi juga ilmu kehdupan yang berguna agar kita berkembang menjadi pribadi yang baik.

Guru sering disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka adalah pahlawan karena telah mencerdaskan dan memberi ilmu yang menjadi bekal dalam kehidupan kita. Namun atas semua jasanya, mereka tidak mengharapkan imbalan. Guru dengan senantiasa memberikan ilmu kepada muridnya. Guru mendedikasikan hidupnya untuk mengajarkan para penerus bangsa agar bebas dari kebodohan.

Di sekolah, guru telah membantu kita untuk memahami materi. Materi yang sulit menjadi lebih mudah dimengerti dengan adanya guru. Menjadi guru bukanlah hal yang mudah. Guru harus sabar mengurus beragam murid dengan sifat yang berbeda-beda. Guru tidak hanya membantu dalam urusan akademis, tapi juga membimbing dan mengarahkan muridnya ke arah yang benar. Guru rela mengorbankan waktu dan usahanya untuk membantu muridnya agar mereka menjadi pribadi yang lebih baik.

Di era globalisasi ini, ilmu mudah didapatkan. Namun, peran guru tetaplah dominan. Dengan internet, kita dapat dengan mudah mengakses sumber daya untuk belajar. Namun, hanya dengan membaca sumber daya terkadang tidak cukup untuk memahaminya. Peran guru tetap dibutuhkan untuk menjelaskan dan menyempurnakan pemahaman muridnya. Selain itu, murid dapat bertanya secara langsung kepada guru jika ada yang kurang dimengerti. Kemajuan teknologi ini, justru bisa dimanfaatkan guru dalam proses pengajaran.

Mirisnya, semakin sedikit anak yang bercita-cita menjadi guru. Pekerjaan guru hanya sebagai pilihan sekian, bukan yang utama. Padahal, pekerjaan guru sangat penting sebagai ujung tombak untuk mendidik generasi penerus bangsa. Minat yang minim akan berdampak pada kualitas pengajaran. Guru yang berdedikasi tentunya akan berbeda dengan guru yang hanya mengajar untuk memenuhi kewajiban pekerjaan. Semoga ke depannya, makin banyak anak yang berminat untuk menjadi guru agar kualitas SDM di Indonesia tidak menurun.

Yogyakarta, 26 November 2022

Gde Rama Vedanta Yudhistira
Mahasiswa Program Studi Informatika UAJY Angkatan 2020
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA