KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Berbagi Kebaikan

Opini: Berbagi Kebaikan

Berbagi adalah memberi atau menerima sesuatu berupa barang, cerita, kisah, uang, makanan dan segala hal yang penting bagi hidup kita. Berbagi juga bisa kepada Tuhan, sesama, alam, atau setiap hal di lingkungan kita. Berbagi kebahagiaan merupakan konsistensi keimanan seseorang dalam dimensi kemanusiaan. Itulah yang harus digalakkan dalam usaha mewujudkan Indonesia menuju masyarakat yang adil makmur yang diselimuti keberkahan. Sebaliknya, bukan saling menjatuhkan satu dengan yang lain, yang menjadikan situasi makin tidak menentu ujung dan pangkalnya.

Tolong-menolong dan gotong royong merupakan budaya yang telah hidup di tengah masyarakat kita sejak jaman dahulu kala. Budaya ini masih relevan saat ini dan penting digalakkan dalam praktik kehidupan nyata menuju tatanan masyarakat yang lebih kondusif. Terutama dalam situasi saat ini, kita perlu menggerakkan masyarakat untuk punya kepedulian kepada sesama, mengecilkan sifat kerakusan dan membuang keangkuhan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Dijiwai semangat berbagi kebahagiaan membuat masyarakat benar-benar mampu tampil hidup saling membantu dalam praktik kehidupan nyata.

Dalam agama juga dianjurkan untuk selalu berbagi, bukan hanya materi, berbagi ilmu, senyum, memberi motivasi kepada sahabat atau kerabat yang patah semangat, atau apa pun yang dapat kita bagi. Berbagi bukan hanya kepada sesama manusia saja, tetapi bisa juga berbagi kepada hewan dengan cara memberi makan dan minum kepada tumbuhan sekitar kita dengan cara merawat, menyirami tumbuhan atau pohon agar tumbuh subur.

Berbagi adalah perilaku terpuji yang bisa memberikanefek bahagia kepada diri kita sendiri. Rasa bahagia adalah refleksi dari tubuh. Ketika kita berbagi, secara spontan otak kanan kita akan menghasilkan sebuah perasaan positif. Orang-orang yang kerap membantu teman, keluarga, dan tetangga, memberi dukungan kepada suami atau istri, memiliki kualitas kesehatan yang lebih baikdaripada orang yang tidak melakukannya.

Jika kita menghendaki perubahan dalam hidup dan menginginkan hidup bahagia, yang pertama harus kita lakukan ialah mengubah pikiran. Pikiran melahirkan kenyataan, kenyataan itu akan meluas dan menyebar. Maka, belajarlah berpikir positif.

Bukankah di dalam agama kita dianjurkan untuk selalu berbagi kebaikan, bahkan dijanjikan jika kita berbagi kebaikan maka kebaikan yang berlipat akan kita dapatkan. Yakinlah jika kita berbagi kebaikan maka kebaikan tersebut juga yang akan kembali ke kita. Mari kita niatkan untuk selalu berbagi sesuatu yang bermanfaat untuk semua.

Yogyakarta, 1 Desember 2022

Yohanes Rdo Swastianto
Mahasiswa Program Studi Manajemen UAJY Angkatan 2021
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

Image by Shameer Pk from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA