KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Rencana Tuhan

Kisah Penerima Beasiswa: Rencana Tuhan

Sebelumnya, perkenalkan nama saya Adelbertus Dharma Wijayatama, mahasiswa dari Program Studi Teknik Industri UAJY Angkatan 2018. Tepat pada tanggal 18 November 2022, saya telah dinyatakan lulus dari Program Studi Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta sebagai seorang Sarjana Teknik. Saya sadari bahwa kelulusan ini bukanlah akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari langkah perjalanan hidup saya.

Perjalanan hidup dalam perkuliahan saya dimulai pada bulan Agustus 2018. Seiring berjalannya waktu, kekhawatiran dalam perkuliahan terus muncul, mulai dari kesulitan dalam pembayaran SPP setiap bulannya ditambah dengan pengeluaran studi yang diberikan untuk saudara perempuan saya. Kondisi yang terus mengkhawatirkan terus berlanjut sampai pada kondisi pandemi yang melanda seluruh dunia pada tahun 2020. Kondisi pandemi yang melanda tentunya berdampak pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dialami Ayah yang selama ini membantu membiayai perkuliahan. Saat itu, kedua orang tua terus mengupayakan segala hal agar tetap bisa membiayai kuliah untuk kedua anaknya dalam kondisi apa pun. Tuhan memberikan kesempatan untuk bisa tetap berkuliah dengan hadirnya Almh. Ibu Dwi Hartiningsih, S.H. Melihat kondisi saya yang aktif dalam kuliah serta aktif dalam berbagai organisasi di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, beliau berkenan membiayai SPP Tetap saya.

Namun, Tuhan berkata lain. Sebelum Ibu Dwi bisa melihat saya lulus dari Teknik Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta, beliau sudah dipanggil ke hadirat Yang Maha Kuasa. Entah apa yang sedang direncanakan Tuhan selanjutnya, namun begitu mustahil bagiku seorang manusia biasa. Akhirnya pada bulan Juli 2019, saya dihubungi oleh Pak Ladrang dan Pak Hadi yang merupakan Pengurus KAMAJAYA Scholarship untuk bisa bergabung ke dalam beasiswa tersebut. Ternyata, sudah ada pembicaraan antara Pengurus KAMAJAYA Scholarship dan teman-teman Almh. Ibu Dwi bahwa bantuan beasiswa yang diberikan melalui Almh. Ibu Dwi akan diambil alih dan diteruskan oleh KAMAJAYA Scholarship. Mukjizat ini terlalu nyata bagiku yang percaya kepada-Nya karena sebelumnya saya telah mendaftar Beasiswa KAMAJAYA pada tahun 2019 namun belum bisa lolos. Berkat bantuan Beasiswa KAMAJAYA yang telah membantu saya kurang lebih 2 tahun ini, saya bisa terus melanjutkan kuliah di Teknik Industri UAJY.

Sadar akan kesempatan yang telah diberikan Beasiswa KAMAJAYA, maka saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini dengan aktif dalam berbagai organisasi, kegiatan mengajar, serta penelitian bersama pengajar di kampus. Oganisasi yang saya tekuni selama 2 tahun yaitu sebagai Senat Mahasiswa FTI UAJY. Dalam organisasi, saya tergabung dalam divisi sosial masyarakat yang memiliki peran sebagai wadah penyalur kegiatan sosial di kalangan mahasiswa FTI UAJY. Salah satu hal yang berkesan dalam kegiatan tersebut yaitu mampu menyelenggarakan kegiatan penghijauan untuk menanam pohon bakau di sekitar Pantai Baros, Bantul, Yogyakarta.

Foto dalam kelompok Green Action.

Selain berpartisipasi dalam kegiatan organisasi, saya juga aktif dalam kegiatan mengajar di kampus. Salah satu kegiatan tersebut yaitu menjadi Asisten Dosen dalam kegiatan Praktikum Perancangan Sistem Terpadu.

Sebelum memperoleh gelar sarjana, tentunya ujian yang perlu saya lewati yaitu perlu menulis Skripsi dengan topik yang dikerjakan. Penelitian saya berlangsung di salah satu Pabrik Ceramic yang terletak di Salatiga. Dalam proses pengambilan data yang dilakukan memakan waktu yang cukup lama, kurang lebih 3 bulan, sehingga saya sering pulang pergi Jogja – Salatiga. Selama pengambilan data berlangsung, saya juga perlu menyicil Tugas Akhir (Skripsi) yang ada sehingga dapat selesai dengan tepat waktu. Pada waktu itu, saya berharap bisa menyelesaikan Tugas Akhir dengan tepat waktu, yaitu sekitar bulan Agustus 2022. Namun karena adanya perubahan kurikulum, serta aturan penulisan skripsi yang baru, sehingga menuntut saya untuk memperbaiki tulisan yang sudah jadi. Pada saat yang sama, saya juga terlibat dengan penelitian bersama dosen pembimbing mengenai produk keramik. Pada akhirnya, saya baru bisa mengikuti ujian pendadaran pada bulan November 2022. Saya mohon maaf karena belum bisa menepati janji saya untuk bisa lulus di Semester 8. Namun di Semester 9 ini, saya tidak akan menyiakan kesempatan yang diberikan Beasiswa KAMAJAYA.

Setelah melewati proses pembelajaran yang panjang dan berliku-liku, saya bersyukur bahwa di sekeliling saya masih ada orang yang peduli dengan kehidupan saya. Terutama, kedua orang tua saya yang telah membantu saya dalam proses perkuliahan. Tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada para donatur Beasiswa KAMAJAYA karena berkat mereka saya masih bisa melanjutkan mimpi saya untuk lulus dari perkuliahan dan memperoleh gelar Sarjana Teknik. Kepada Romo, Suster, Bapak, dan Ibu Pengurus Beasiswa KAMAJAYA saya ucapkan terimakasih atas bantuan moral dan konseling yang diberikan pada setiap semester yang dilalui. Berkat bantuan tersebut, kini telah menjadikan diriku seorang yang jauh lebih kuat, dan bersemangat dalam menjalani hidup. Saya berdoa untuk keberlangsungan Beasiswa KAMAJAYA ini agar terus dapat membantu orang lain yang juga membutuhkan bantuan selama proses perkuliahan. Terima kasih KAMAJAYA Scholarship.

Yogyakarta, 3 Desember 2022

Adelbertus Dharma Wijayatama
Mahasiswa Program Studi Teknik Industri UAJY Angkatan 2018
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-4

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA