KAMAJAYA Scholarship / Opini  / Opini: Belajar Bekerja Sama dari Tugas Kelompok

Opini: Belajar Bekerja Sama dari Tugas Kelompok

Tugas mungkin sudah menjadi santapan sehari-hari bagi mahasiswa. Tugas-tugas yang diterima pun beraneka ragam. Selain tugas yang dikerjakan secara individu, ada tugas yang dikerjakan berkelompok dengan mahasiswa lain. Tak jarang juga bobot penilaian untuk tugas kelompok lebih besar dari tugas lainnya. Karena bobot penilaian yang besar, bobot pengerjaannya pun juga besar. Oleh karena itu, dibuat menjadi tugas kelompok agar bisa dibagi antaranggota dan tidak terlalu memberatkan.

Kerja kelompok menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar bersama. Saat kerja kelompok, mahasiswa dapat mendiskusikan materi dengan anggota lain. Jika ada yang belum paham, akan didiskusikan bersama demi kelancaran saat pengerjaan. Kerja kelompok juga kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapat teman baru. Terkadang pembagian anggota telah ditetapkan atau diacak, sehingga mahasiswa bisa mendapat rekan yang belum dikenalnya. Tak sedikit yang kenal dari kerja kelompok dan berakhir menjadi teman dekat. Kerja kelompok memang melelahkan, namun bisa menjadi menyenangkan jika bertemu rekan yang seru.

Kerja kelompok tidak selalu lancar. Banyak permasalahan yang muncul. Bagaimana kita menyikapi permasalahan tersebut juga menjadi sebuah tantangan tersendiri. Mencari waktu yang pas untuk diskusi, misalnya. Tiap anggota memiliki kesibukannya masing-masing, sehingga sulit untuk mencari waktu kosong. Waktu yang kosong pun sering bertabrakan antaranggota. Tak jarang juga ada anggota kelompok yang menghilang tanpa kabar. Jika sudah begitu, anggota lain terpaksa mengerjakan tugas bagiannya agar tugas tetap selesai.

Dengan kerja kelompok, kita juga melatih soft skill. Tiap anggota perlu mengeluarkan gagasan dan ide-ide mereka untuk menyelesaikan tugas. Agar bisa mencapai satu pemahaman, tiap anggota perlu mengerti satu sama lain. Tak hanya kemampuan berbicara, kemampuan untuk mendengar dan memahami juga diperlukan. Jika terjadi miskomunikasi, bagian satu dengan yang lainnya bisa tidak sejalan sehingga harus mengulang dan malah menambah pekerjaan. Bisa juga malah satu anggota mengerjakan bagian yang sama dengan anggota lain.

Saat kerja kelompok, anggota yang kita dapat bisa beraneka ragam. Contohnya ada anggota yang perfeksionis, sehingga semua bagian pekerjaan harus sesuai standarnya. Selain itu, ada juga anggota yang bekerja asal-asalan. Ada juga solois yang mengerjakan semua bagian sendirian tanpa menghiraukan anggota yang lain. Dalam bekerja nanti, kita akan bertemu dengan berbagai macam orang juga. Dengan kerja kelompok, secara tidak langsung kita mendapat pengalaman tentang itu dan bisa menjadi bekal nanti saat bekerja di dunia nyata.

Yogyakarta, 8 Desember 2022

Gde Rama Vedanta Yudhistira
Mahasiswa Program Studi Informatika UAJY Angkatan 2020
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-5

Image by MetsikGarden from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA