KAMAJAYA Scholarship / Coretan Mahasiswa  / Coretan Mahasiswa: Sama-Sama Manusia, Menganut Agama yang Berbeda

Coretan Mahasiswa: Sama-Sama Manusia, Menganut Agama yang Berbeda

Minggu ketiga bulan Januari dijadikan sebagai waktu untuk merayakan budaya dan keragaman semua agama dunia. Peringatan ini pertama kali ditetapkan penganut agama Bahá’í sekitar tahun 1950 oleh Majelis Spiritual Nasional Baháʼís Amerika Serikat di Wilmette, Illinois. Sejak saat itu, peringatan ini terus berjalan dengan sendirinya. Kini, tidak hanya pengikut agama Baháʼí yang merayakan hari ini, tetapi juga orang-orang dari semua agama di seluruh dunia berkumpul untuk menandai hari istimewa ini.

Hari Agama Sedunia ada bukan untuk menonjolkan salah satu agama atau mengklaim suatu agama paling benar, melainkan membawa kita untuk belajar memahami akan harmoni antaragama. Mengingatkan kita akan kedamaian. Menghargai setiap manusia dengan apa pun agama yang dianut dan tidak meremehkan orang lain karena keyakinan mereka. Walaupun satu individu dengan yang lainnya menganut agama yang berbeda, kita semua adalah manusia, makhluk yang berakal budi, yang mampu berpikir sehat, sehingga dapat memperlakukan manusia lain sebaik dirinya, “yang juga manusia” ingin diperlakukan.

Image by PublicDomainPictures from Pixabay

No Comments

Post a Comment

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA