KAMAJAYA Scholarship / Penerima Beasiswa  / Periode 2022/2023  / Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Emmanuel Mathew Krisna Rata

Penerima Beasiswa KAMAJAYA : Emmanuel Mathew Krisna Rata

Emmanuel Mathew Krisna Rata

Tanggal Lahir:
Kota Asal:
Studi:

13 Desember 2000

Yogyakarta

Fakultas Teknologi Industri Prodi Informatika semester 6 (Juli 2023)

Emmanuel Mathew Krisna Rata

Mahasiswa Fakultas Teknologi Industri UAJY Prodi Informatika

Beasiswa KAMAJAYA Menjadi Penyelamat Saya

Perkenalkan nama saya Emmanuel Mathew Krisna Rata. Saya biasa dipanggil Krisna. Ada juga yang memanggil saya dengan nama Mathew. Lalu, arti nama lengkap saya sendiri adalah Emmanuel yang berarti Allah bersama kita, Mathew adalah malaikat, Krisna adalah tokoh yang diidolakan bapak saya, dan Rata itu adalah marga dari bapak saya. Menurut cerita ibu, saya terlahir dengan kondisi hampir meninggal karena meminum air ketuban yang pecah, dengan mukjizat Tuhan saya masih selamat.

Saya merupakan anak pertama dari 3 bersaudara dan menjadi anak tertua di keluarga membuat saya mempunyai tanggung jawab terhadap adik saya. Saya harus menjadi contoh yang baik dan bijak dalam perbuatan saya. Sekarang, ibu saya yang menjadi tulang punggung keluarga. Pekerjaan ibu adalah sebagai pengantar makanan di bangsal Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, sedangkan bapak saya merupakan pensiunan satpam di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta sejak tahun 2012.

Kami tinggal di rumah peninggalan kakek dan nenek dari ibu saya. Sebenarnya, bapak dan ibu saya tidak memiliki rumah sendiri. Jadi, keluarga kami hanya menumpang disebabkan simbah saya memiliki 4 anak dan ibu saya nomor 2. Masih ada budhe dan 2 bulek yang memiliki hak yang sama akan rumah tersebut. Jadi, rumah yang sekarang kami tinggali adalah rumah milik bersama, yaitu milik keluarga besar simbah. Sertifikat rumah juga masih atas nama simbah saya sampai sekarang. Maka dari itu, saya tidak bisa mendapatkan SKTM untuk mendaftar Beasiswa KAMAJAYA karena kalau dilihat dari kondisi rumah kami, bisa terbilang sangat mampu karena rumah telah direnovasi oleh budhe. Tetapi pada kenyataannya, kami hidup pas-pasan dan kadang kurang karena Ibu sekarang harus menjadi kepala keluarga yang berkerja untuk 3 orang anak dan Bapak yang memiliki penyakit.

Kalau dilihat dari kondisi ekonomi keluarga, sebenarnya orang tua saya tidak mampu membiayai anak-anaknya untuk sekolah di sekolah swasta, apalagi untuk biaya kuliah. Tetapi ada budhe (kakak dari ibu saya) yang membantu sekolah saya dan adik saya selama ini dari sekolah dasar hingga kuliah. Pada akhir tahun 2020, budhe saya meninggal karena penyakit liver. Sejak saat itu, yang membantu biaya sekolah adalah pakdhe saya. Akan tetapi hingga awal tahun 2022, pakdhe saya mengalami kesulitan ekonomi sehingga tidak bisa membayarkan biaya kuliah saya.

Saya menyadari bahwa kuliah saya terancam putus dan adik saya juga tidak bisa kuliah juga karena keterbatasan orang tua saya untuk biaya kuliah. Saya kasihan juga terhadap pakdhe saya karena pakdhe saya juga pernah mengalami serangan jantung dan telah dipasang ring. Dari kondisi tersebut, tidak ada jaminan pakdhe dapat membantu ibu saya dalam membiayai kuliah saya. Maka dari itu, saya berusaha mencari beasiswa yang sekiranya dapat mengurangi beban pakdhe karena anak pakdhe dalam waktu dekat setelah adik saya akan kuliah juga. Hal ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Saya juga mencari kerja sambilan untuk mengurangi biaya kuliah dan biaya kuliah akhirnya bisa terbayarkan walaupun dicicil.

Selama menjalani hidup ini, saya banyak bersyukur karena dapat disekolahkan oleh budhe dan pakdhe saya. Jika tidak sekolah, mungkin perjalanan hidup saya tidak akan mungkin bisa sejauh ini. Sekolah membentuk karakter saya. Mungkin, saya juga tidak berpikiran untuk kuliah karena hal ini tidak mungkin dilakukan mengingat kondisi keuangan kedua orang tua. Jika tidak disekolahkan oleh budhe dan pakdhe, maka saya lebih memilih SMK dan mengejar untuk segera kerja. Kuliah bukanlah prioritas utama. Akan tetapi. karena saya masuk SMA maka melanjutkan kuliah menjadi hal penting bagi saya selain mengangkat derajat orang tua yang hanya tamat sampai SMA dan SMK. Saya berusaha untuk melakukan yang terbaik dan mendapatkan hasil optimal.

Selama di SMP, saya mulai aktif dalam kegiatan OSIS. Saya mendapatkan pengalaman dalam memimpin dan bekerja dalam tim. Saya juga aktif dalam kegiatan Pramuka dan menjadi Ketua Dewan Penggalang waktu SMP. Tujuan saya aktif dalam kegiatan tersebut adalah untuk menambah relasi dan memperluas pertemanan. Waktu SMA, saya mengikuti ekstrakurikuler FlagFootbal. Waktu itu, kami mendapat juara 3 tetapi harusnya kami bisa mendapatkan lebih dari itu. Dalam mengikuti Ekstrakurikuler Flagfootbal, saya mendapatkan pengalaman yang membuat saya tidak menyukai kekalahan. Apalagi jika tidak berusaha secara maksimal. Saya merasakan kekalahan sebagai konsekuensi dari usaha yang kurang maksimal dalam pertandingan dan mendapatkan hasil yang setimpal. Pelajaran yang dapat saya ambil adalah menang atau kalah harus berusaha secara optimal. Semangat ini saya bawa dalam belajar, yaitu apa pun hasilnya asalkan sudah berusaha secara optimal, maka saya merasa lebih puas daripada harus menyerah begitu saja.

Waktu SMA, saya mencoba hal baru yaitu di bidang religi. Saya mengikuti kegiatan Campus Ministry (CM). Saya mendapatkan nilai mendalam arti examen dan nilai-nilai Ignatius dan ke-Debrrito-an selama menjalaninya. Saya melakukan examen untuk merenungan kegiatan sehari-hari dan perbuatan apa untuk menjadi lebih baik. Waktu SMA, saya juga ikut terlibat dalam kegiatan inisiasi. Saya menyadari bahwa mengikuti inisiasi berarti belajar mengenal orang dan nilai yang ingin diajarkan bukan untuk ajang balas dendam.

Sekarang (masa kuliah), saya mengikuti kegiatan OMK di paroki dan saya menjalani kesibukan untuk menggeluti bidang informatika dengan teman-teman IT. Saya membangun relasi dengan siapa saja untuk mengerjakaan proyek IT seperti website. Walaupun ada yang berhasil dan gagal, tetapi setiap pekerjaan yang saya ikuti selalu membawa pengalaman yang baru dan membuat saya belajar lebih. Dalam dunia kerja, banyak tantangan dan tuntunan. Jika saya masih kurang berhasil karena skill masih kurang, maka saya berusaha dengan belajar untuk menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Saya berharap bisa menjadi seorang developer IT yang handal dan dapat diandalkan di masa yang akan datang. Saya tidak lupa untuk selalu bersyukur kepada TUHAN.

Saya sangat membutuhkan Beasiswa KAMAJAYA karena beasiswa ini bisa menjadi penyelamat saya. Saya sekarang bekerja untuk membiayai kuliah sendiri karena sudah tidak ada lagi yang membiayai kuliah saya. Saya sudah memiliki rencana untuk beberapa semester ke depan. Jika lancar, saya bisa menyelesaikan dasar ilmu Informatika di Semester 5 dan bisa ikut magang Program Kampus Merdeka untuk merasakan praktek di perusahaan. Saya juga mendengar bahwa biaya magang tidak terlalu berat. Jika gagal magang, maka saya mengambil mata kuliah pilihan untuk memperdalam pengetahuan saya.

Jika saya diterima Beasiswa KAMAJAYA, maka saya dengan senang hati membantu KAMAJAYA Scholarship dalam pengembangan teknologi, misalnya pembuatan website atau ikut serta dalam acara/kegiatan. Saya berusaha untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Setelah lulus, maka saya akan melakukan hal yang sama yaitu menolong teman di Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang memiliki kesulitan sama seperti saya ini supaya mereka bisa lanjut kuliah. Masa depan adalah misteri, tidak ada orang yang tahu hasilnya seperti apa. Namun, jika ditanam dengan baik, maka pasti akan memberikan hasil panen yang baik.

No Comments

Post a Comment

×

Hello!

Click one of our contacts below to chat on WhatsApp

× Tanya Beasiswa KAMAJAYA