Coretan Mahasiswa: Karhutla, Antara Fenomena Alam Dan Kelalaian Manusia
Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, memiliki banyak gunung api, serta berada di wilayah tropis membuat negeri ini sering mengalami berbagai macam bencana. Gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan hampir selalu menjadi persoalan yang dihadapi masyarakat. Bahkan pada tahun 2026 ini, bencana masih menjadi salah satu isu yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah maupun masyarakat.
Salah satu bencana yang cukup sering terjadi belakangan ini adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa hingga September 2026 telah terjadi sekitar 1.730 kejadian bencana alam di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa bencana bukan lagi sesuatu yang jarang terjadi, melainkan sudah menjadi bagian dari risiko kehidupan masyarakat Indonesia yang harus dihadapi dan dikelola dengan baik.
Menurut saya, persoalan karhutla tidak dapat hanya dipandang sebagai bencana yang disebabkan oleh faktor alam, seperti musim kemarau atau cuaca panas. Faktor manusia juga perlu menjadi perhatian. Kebakaran hutan dan lahan dapat semakin parah apabila terjadi pembukaan lahan dengan cara membakar, kurangnya pengawasan terhadap kawasan hutan, atau pengelolaan lahan yang tidak memperhatikan kelestarian lingkungan. Artinya, dalam beberapa kasus, bencana memang dipengaruhi oleh kondisi alam, tetapi dampaknya dapat menjadi lebih besar akibat aktivitas manusia.
Bencana juga memberikan pelajaran bahwa persoalan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah memang memiliki peran yang sangat besar, tetapi masyarakat tidak boleh hanya menjadi pihak yang menunggu bantuan ketika bencana terjadi. Masyarakat dapat berkontribusi dengan cara sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan tidak melakukan pembakaran lahan.Pada akhirnya, bencana alam bukan hanya persoalan alam, tetapi juga persoalan manusia. Indonesia memang memiliki kondisi geografis yang membuatnya rentan terhadap berbagai bencana. Namun, tingkat kerusakan dan jumlah masyarakat yang terdampak sangat dipengaruhi oleh bagaimana manusia mempersiapkan diri dan mengelola lingkungannya. Oleh sebab itu, menghadapi bencana tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan setelah kejadian. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran, melakukan pencegahan, serta menciptakan lingkungan yang lebih tangguh dalam menghadapi risiko bencana.
Gambar oleh Vlad Aivazovsky dari Pixabay











No Comments