KAMAJAYA Scholarship / Coretan Mahasiswa  / Coretan Mahasiswa: Menyalakan Semangat Sumpah Pemuda Melalui Aksi Nyata

Coretan Mahasiswa: Menyalakan Semangat Sumpah Pemuda Melalui Aksi Nyata

Setiap kali tanggal 28 Oktober tiba, kita kembali diingatkan pada salah satu peristiwa penting dalam sejarah bangsa Indonesia, yaitu Sumpah Pemuda. Pada tahun 1928, para pemuda dari berbagai suku, daerah, dan latar belakang bersatu mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa. Lebih dari sekadar teks sejarah yang dihafalkan dalam upacara, Sumpah Pemuda merupakan wujud nyata tekad, keberanian moral, dan kesadaran kolektif untuk mengesampingkan perbedaan demi tujuan yang lebih besar, yaitu persatuan bangsa.

Sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) angkatan 2024 sekaligus penerima KAMAJAYA Scholarship Batch 9, saya menyadari bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan masa perjuangan dahulu. Kita tidak lagi dipanggil untuk mengangkat senjata di medan perang, melainkan untuk menghidupi nilai-nilai persatuan, kepemimpinan, dan pengabdian di tengah dinamika masyarakat. Kesempatan menempuh pendidikan tinggi serta dukungan dari KAMAJAYA Scholarship menjadi amanah yang mendorong saya untuk terus berkembang, berkontribusi, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Semangat Sumpah Pemuda tersebut saya temukan dalam berbagai ruang pengabdian, salah satunya melalui peran saya sebagai Ketua Karang Taruna di dusun tempat saya tinggal. Memimpin organisasi kepemudaan di tingkat lokal memberikan kesempatan berharga untuk menerapkan ilmu manajemen secara langsung, khususnya dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM). Di Karang Taruna, saya belajar menyatukan individu dengan latar belakang dan karakter yang beragam, menyelaraskan tujuan bersama, serta memastikan setiap program kerja dapat berjalan secara efektif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dinamika organisasi yang saya hadapi menjadi sarana untuk melatih kepemimpinan, kepekaan sosial, dan kemampuan berkomunikasi. Menjaga kekompakan tim di tengah perbedaan pendapat bukanlah hal yang mudah. Namun, justru dalam situasi seperti itulah nilai persatuan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda menemukan relevansinya. Melalui komunikasi yang terbuka, inklusif, dan saling menghargai, setiap anggota dapat merasa memiliki peran serta tanggung jawab yang sama dalam membangun lingkungan yang lebih baik.

Pada akhirnya, memperingati Sumpah Pemuda berarti berani mengambil bagian dalam proses perubahan melalui tindakan nyata. Baik melalui pendidikan, kegiatan organisasi, maupun kontribusi langsung kepada masyarakat, pemuda memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Oleh karena itu, mari terus merawat semangat persatuan, mengembangkan kapasitas diri, dan bergerak bersama untuk mewujudkan Indonesia yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkeadilan.


Gambar oleh Aditio Tantra Danang Wisnu Wardhana dari Pixabay

No Comments

Post a Comment