Lentera Atma: Keberanian untuk Mencoba
Ada satu hal yang belakangan ini sering saya pikirkan: ternyata bertumbuh tidak selalu terasa seperti sesuatu yang besar. Kadang, pertumbuhan justru datang dari keputusan-keputusan kecil yang kita ambil ketika tidak benar-benar yakin dengan hasilnya. Keputusan sederhana itu, meskipun tampak sepele, sering kali menjadi pintu menuju pengalaman baru yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Kalau mengingat diri saya beberapa tahun lalu, saya termasuk orang yang cukup sering berpikir terlalu jauh sebelum melakukan sesuatu. Ingin mencoba, tetapi takut tidak bisa. Ingin mengambil kesempatan, tetapi khawatir tidak mampu menjalaninya. Bahkan terkadang, saya lebih dulu membayangkan kemungkinan gagal daripada kemungkinan berhasil, sehingga langkah yang seharusnya bisa saya ambil justru tertunda.
Saya pikir, seiring bertambahnya usia, rasa ragu itu akan hilang dengan sendirinya. Ternyata tidak. Sampai sekarang pun saya masih pernah merasa takut dan tidak yakin. Bedanya, saya mulai belajar untuk tidak selalu membiarkan rasa takut menentukan pilihan. Saya menyadari bahwa rasa takut adalah bagian dari proses, dan justru bisa menjadi pengingat bahwa setiap langkah baru memang penuh tantangan.
Salah satu titik yang membuat saya mulai berubah adalah ketika saya mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dengan dukungan dari KAMAJAYA. Awalnya saya melihatnya sebagai sesuatu yang membantu saya menjalani perkuliahan. Namun, tanpa saya sadari, perjalanan setelahnya justru membawa saya pada banyak pengalaman baru yang memperluas cara pandang saya terhadap dunia.
Mulai dari mengikuti organisasi, terlibat dalam berbagai kegiatan kampus, menjadi Student Staff, belajar bekerja di bidang komunikasi, sampai mendapatkan pengalaman di dunia kerja. Ada banyak hal yang sebenarnya tidak pernah saya bayangkan akan saya lakukan ketika pertama kali masuk kuliah. Lucunya, hampir setiap kali mendapatkan kesempatan baru, perasaan yang muncul tetap sama: “Bisa nggak, ya?” Tetapi kali ini saya mencoba menjawab pertanyaan itu dengan cara yang berbeda. Bukan dengan mencari kepastian bahwa saya pasti bisa, melainkan dengan mengatakan kepada diri sendiri, “Coba dulu.”
Dari mencoba itulah saya belajar bahwa kemampuan tidak selalu harus dimiliki terlebih dahulu sebelum kita mengambil sebuah kesempatan. Ada kemampuan yang justru baru muncul setelah kita berani masuk ke dalam prosesnya. Saya belajar berbicara di depan banyak orang meskipun awalnya gugup. Saya juga belajar bekerja dengan orang-orang yang memiliki cara berpikir berbeda, menerima kritik tanpa langsung menganggapnya sebagai kegagalan, serta menyelesaikan sesuatu ketika keadaan tidak selalu berjalan sesuai rencana. Semua itu membuat saya semakin yakin bahwa proses mencoba adalah bagian penting dari pertumbuhan.
Dan mungkin yang paling penting, saya belajar bahwa tidak apa-apa jika sesekali merasa tidak tahu harus melakukan apa. Karena ternyata, menjadi dewasa bukan berarti selalu tahu jawabannya. Ada masa ketika saya merasa harus punya semuanya dengan jelas: harus tahu ingin menjadi apa, harus punya rencana yang matang, dan harus selalu terlihat mampu. Sekarang saya mulai memahami bahwa hidup tidak selalu berjalan seperti itu. Ada hal-hal yang baru kita pahami setelah menjalaninya, dan justru di situlah letak pembelajaran yang sesungguhnya.
Saya juga mulai menyadari bahwa setiap kesempatan membawa saya bertemu dengan versi diri saya yang berbeda. Ada Bintang yang belajar menjadi lebih percaya diri, ada Bintang yang belajar bertanggung jawab, ada Bintang yang belajar bekerja keras, dan ada juga Bintang yang masih sering merasa ragu tetapi memilih untuk tetap berjalan. Setiap versi itu hadir dengan pelajaran baru, dan semuanya membentuk siapa saya hari ini.
Mungkin itu yang paling saya syukuri dari perjalanan beberapa tahun terakhir. Bukan karena saya merasa sudah menjadi seseorang yang hebat, tetapi karena saya mulai mengenal diri saya sendiri dengan lebih baik. Saya belajar bahwa mengenal diri bukanlah proses sekali jadi, melainkan perjalanan panjang yang terus berkembang seiring waktu.
Sekarang, ketika mendapatkan kesempatan baru, saya masih bisa merasa takut. Saya masih bisa overthinking. Saya masih bisa bertanya apakah saya cukup mampu untuk menjalaninya. Tetapi saya tidak ingin lagi menunggu sampai rasa takut itu benar-benar hilang untuk mulai melangkah. Sebab mungkin, keberanian bukan tentang tidak merasa takut. Keberanian adalah ketika kita tetap mencoba meskipun rasa takut itu masih ada, dan dari situlah kita menemukan kekuatan yang sebelumnya tidak pernah kita sadari.
Saya tidak tahu akan sejauh apa perjalanan ini membawa saya. Masih banyak hal yang ingin saya coba, banyak kemampuan yang ingin saya pelajari, dan mungkin akan ada juga kegagalan yang harus saya hadapi. Namun, saya ingin terus menjadi seseorang yang berani mengatakan “coba” ketika kesempatan datang. Karena kalau ada satu hal yang saya pelajari sejauh ini, mungkin bukan tentang bagaimana menjadi seseorang yang selalu berhasil, melainkan bagaimana menjadi seseorang yang tidak takut untuk terus bertumbuh.
Image by Arek Socha from Pixabay











No Comments