Hampir semua orang dapat menyebutkan kelima sila Pancasila di luar kepala. Kita sudah menghafalnya sejak SD, tetapi seberapa sering kita benar-benar memikirkannya di luar upacara bendera? Coba lihat media sosial. Perbedaan pendapat yang sepele saja bisa berubah menjadi saling serang. Semua orang bebas bersuara, tetapi tidak semua mau mendengarkan. Dari situ saya merasa nilai-nilai Pancasila...

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari banyak pulau, memiliki banyak gunung api, serta berada di wilayah tropis membuat negeri ini sering mengalami berbagai macam bencana. Gempa bumi, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, kekeringan, hingga kebakaran hutan dan lahan hampir selalu menjadi persoalan...

Sebagai mahasiswa, saya tahu betul bagaimana rasanya hidup dengan uang saku yang terbatas. Setiap rupiah harus dihitung, setiap pengeluaran dipertimbangkan. Kadang ada rasa khawatir: cukupkah untuk makan, untuk ongkos, untuk membeli buku? Namun di tengah keterbatasan itu, saya belajar bahwa berbagi tidak selalu menunggu saat kita berkelimpahan.   Berbagi bisa sesederhana membagi catatan kuliah kepada teman...

Ketika mendengar kata “arsitek,” sebagian orang mungkin membayangkan seseorang yang duduk di depan laptop, menggambar denah, membuat model 3D, atau sibuk merevisi desain. Saya pun dulu memiliki pemikiran yang tidak jauh berbeda. Sebagai mahasiswa arsitektur, menggambar dan mendesain memang menjadi bagian besar dari kehidupan perkuliahan. Kelas studio, revisi, presentasi, dan deadline sudah menjadi makanan sehari-hari. Namun,...

Ada masa ketika saya membayangkan hidup sebagai mahasiswa akan berjalan seperti garis lurus: masuk kuliah, mengerjakan tugas tepat waktu, lulus dalam empat tahun, lalu bekerja. Rencana itu terasa rapi di kepala, seperti jadwal kuliah yang tersusun di KRS. Namun, semester demi semester berjalan, saya sadar bahwa hidup tidak pernah benar-benar mengikuti garis yang saya gambar...

Menjadi mahasiswa sering kali membuat kita begitu dekat dengan angka. Nilai tugas, ujian, jumlah SKS, hingga IPK menjadi bagian dari keseharian. Tidak sedikit yang beranggapan bahwa keberhasilan kuliah ditentukan oleh seberapa tinggi nilai yang diperoleh. Ketika hasilnya memuaskan, muncul rasa bangga dan lega; sebaliknya, ketika tidak sesuai harapan, timbul kekecewaan bahkan perasaan tidak cukup mampu....

Setiap kali aroma kopi hitam beradu dengan embun pagi di sudut perpustakaan kampus, ingatan saya melayang ke masa tiga tahun lalu. Saat itu, ruang kelas bukan sekadar tempat menimba ilmu, melainkan panggung pergumulan batin yang panjang. Berkas-berkas tagihan perkuliahan yang menumpuk di meja kontrakan sederhana kerap kali menjadi momok yang merenggut ketenangan malam. Di tengah...

Bulan Agustus kali ini terasa sedikit berbeda bagiku. Setelah beberapa waktu sebelumnya sibuk menjalani KKN di Bali, akhirnya aku kembali ke rumah dan memasuki masa yang katanya paling menyenangkan bagi mahasiswa: libur semester. Tidak ada jadwal kuliah pagi, tidak ada tugas yang mengejar, dan untuk sementara waktu tidak perlu memikirkan presentasi atau ujian. Awalnya aku berpikir,...

Banyak orang mengira kehidupan mahasiswa selalu dipenuhi cerita yang menyenangkan. Padahal, tidak sedikit mahasiswa yang pernah merasakan kecewa karena nilai yang tidak sesuai harapan, gagal mencapai target, atau merasa tertinggal dibanding teman-temannya. Saya juga pernah berada di posisi tersebut. Awalnya saya menganggap kegagalan sebagai tanda bahwa saya tidak cukup mampu, tetapi lama-kelamaan saya menyadari bahwa...