Kisah Penerima Beasiswa: Merajut Perjalanan: Kisahku di UAJY dan Beasiswa Kamajaya
Hallo perkenalkan saya Margareta Lisa, saya asli dari Jogja spesifiknya jogja bagian Selatan. Ini adalah kisahku selama di UAJY dan Beasiswa KAMAJAYA.
Kuliah di UAJY bukanlah tujuan pertama saya, dari dalam diri saya menginginkan untuk meninggalkan Jogja untuk merajut pendidikan sarjana saya. Mengapa ingin keluar? Karena saya ingin melatih diri saya sendiri untuk lebih mandiri dan mencoba atmosfer yang berbeda pastinya didapatkan dari hidup di kota lain. Namun takdir berkata lain lanjutan benang kehidupanku dalam merajut sarjana harus tetap di Jogja, pada waktu itu mau tidak mau harus di UAJY.
Awalnya antara sedih dan senang, sedih untuk tidak dapat berkuliah di luar jogja dan senangnya masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan walaupun tetap di Jogja. Pertama kali datang ke UAJY sebagai mahasiswa rasanya dipenuhi dengan ketakutan, “Aku bisa survive ga ya? Aku nanti ada temen engga ya? Aku bisakan ya sampai dapat gelar sarjana? Aku besok jadi mahasiswa kupu-kupu atau kura-kura ya?”
Awal kuliah saya ditemani saudara saya untuk mempersiapkan PKKMB ataupun ATMAFELLOW. Puji Tuhan saya bisa melewati insiasi kampus dan fakultas dengan lancar, mendapatkan kenalan baru dan pengalaman baru selama masa persiapan insiasi bersama kelompok. Hari perkuliahan sudah dimulai, langkah awal yang saya lakukan untuk keluar dari zona aman saya dengan mendaftar organisasi fakultas. Waktu itu saya memilih untuk mendaftar di Himpunan Mahasiswa.
Selama SMA saya merupakan siswa yang bisa dibilang pendiam karena merasa kurang cocok dengan lingkungan pertemanan. Saat kuliah ini saya memiliki keinginan untuk menjadi saya yang dulu, saya yang bisa berkenalan dan bersosialisasi dengan mudah baik orang lama ataupun orang baru.
Semester pertama perkuliahan saya masih memiliki rasa cemas dan takut, karena merasa lemah akan pengetahuan pendidikan. Mungkin karena materi-materi yang disampaikan masih terasa asing. Pada semester pertama nilai yang saya dapatkan kurang memuaskan. Di semester dua teman-teman semester satu mulai terpisah karena beda prodi ataupun beda kelas yang diambil.
Kehidupan di dunia organisasi juga sangat-sangat kering, tiba-tiba saya diberikan tawaran untuk menjadi bendahara dalam salah satu proker HIMA. Di situ saya ada rasa bingung untuk mengiyakan atau tidak. “Katanya mau keluar dari zona nyaman, katanya mau jadi orang yang mudah bergaul lagi” dalam pikiranku untuk bisa mendorong aku mengambil keputusan untuk menerima tawaran itu. Akhirnya saya menerima tawaran tersebut. Melalui program kerja itu saya mendapatkan kenalan baru hingga teman yang saat ini menjadi teman dekat saya.
Pertengahan semester dua saya diberitahu bapak mengenai pendaftaran Beasiswa KAMAJAYA. Saya diminta untuk mencoba mendaftar, banyak persyaratan yang dipersiapkan. Puji Tuhan saya diterima menjadi salah satu Penerima Beasiswa KAMAJAYA ini. Rasanya lega dapat meringankan beban orang tua dalam pembayaran kuliah, karena saya masih memiliki satu adik lagi yang terpaut umur yang lumayan jauh. Setidaknya saya dapat membantu orang tua saya untuk menabung bagi kelanjutan studi adik saya, Bapak sudah mau pensiun saat itu.
Masuk sebagai keluarga besar KAMAJAYA Scholarship merupakan pengalaman yang tidak dapat terlupakan. Di sini tidak hanya sekadar pemberian uang untuk pendidikan, namun saya juga belajar berorganisasi karena KAMAJAYA Scholarship memiliki banyak kegiatan. Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut banyak interaksi dengan orang-orang baru. Melalui KAMAJAYA Scholarship saya dapat mengenal banyak teman dari luar fakultas. Hal itu merupakan salah satu hal yang menyenangkan.
Perjalanan kehidupan perkuliahan, semakin bertambahnya semester semakin banyak hal baru yang dilalui. Pada dunia perkuliahan materi yang sampaikan mulai membuka kacamata pengetahuan baru. Waktu semester 1-2 materi yang disampaikan kurang lebih sama dengan semasa SMA hanya saja penjelasannya lebih mendetail karena menyesuaikan program studi yang diambil. Sewaktu SMA hanya sebatas mata pelajaran yang dipelajari, namun selama kuliah materi harus dipahami.
Banyak mata kuliah yang cara pembelajarannya berkelompok, sehingga pada saya harus berdinamika bersama baik dengan orang yang sudah dikenal ataupun orang baru. Energi dan emosi pastinya sangat terkuras, untuk menyesuaikan kondisi kelas saat perkuliahan ataupun saat berdinamika bersama kelompok baik di kelas atau pertemuan diskusi di luar jam kelas. Pastinya ada kelompok yang enak untuk diajak kerja sama dan ada kelompok yang harus dibantu. Tapi semua itu bukanlah hal yang harus dipermasalahkan secara besar-besaran, ambil positifnya saja bahwa hal itu merupakan salah satu kesempatan/langkah untuk mengembangkan diri.
Selama Semester 3 & 4 ini dalam dunia organisasi (HMPSM) saya diberikan kepercayaan untuk menjadi bendahara R & D, salah satu divisi yang ada di HMPSM. Saya mendapatkan kesempatan untuk berlatih mewawancarai calon anggota divisi. Rasanya susah-susah seru, karena dengan pengalaman saya yang minim saat memberikan pertanyaan kepada calon anggota. Selain menilai dari jawaban yang diucapkan calon anggota, saya juga belajar untuk menilai melalui sikapnya saat sedang diwawancarai. Selama satu tahun (Semester 3 & 4) di HMPSM saya menyusun dan mengawasi arus kas divisi serta penyusunan dan pengelolaan keuangan untuk program kerja yang dilaksanakan.
Saya mengikuti salah satu program kerja yang diselenggarakan BPM FBE UAJY, program kerja tersebut adalah Public Hearing. Program kerja tersebut merupakan jembatan antara mahasiswa dengan pihak fakultas mengenai keluh kesah/keinginan mahasiswa selama berkuliah di FBE UAJY. Pada program kerja tersebut, saya diberikan kesempatan untuk menjadi Tim Pencari Fakta. Untuk menjalankan program itu tidaklah mudah, saya benar-benar merasa bahwa mental pikiran dan kehidupan saya sangat tertekan karena saya harus mencari topik yang diminati mahasiswa. Saya harus mencari data dan mengolah data menjadi sebuah argumentasi serta mempersiapkan presentasi untuk disampaikan saat hari pelaksanaan public hearing. Waktu yang diberikan tidaklah banyak. Kami hanya diberikan waktu kurang lebih satu bulan setengah untuk mempersiapkan itu semua. Hal ini merupakan hal berat yang saya lakukan pada waktu itu, karena selain mengurusi TPF, saya harus tetap menjalankan perkuliahan saya seperti biasa, persiapan program kerja divisi dan banyak hal dalam kehidupan saya. Puji Tuhan saya dapat menyelesaikan Semester 3 & 4 dengan baik.
Semester 5 & 6 pun akan dimulai, dan kegiatan saya bisa dibilang sangat padat. Pastinya untuk perkuliahan memiliki kewajiban yang sangat berat. Pada semester ini mata kuliah yang diambil merupakan mata kuliah konsentrasi. Saya memutuskan untuk mengambil konsentrasi manajemen SDM. Saya jadi mengenal banyak aspek yang digunakan untuk menilai tenaga kerja dan banyak hal yang menjadi pertimbangan mengenai kehidupan tenaga kerja serta mengenal orang-orang dari tampilan serta sikap dan sifat.
Pada semester 6 saya juga menyusun seminar proposal yang harus ada kemajuan pada setiap minggunya. Selain perkuliahan yang padat di organisasi kemahasiswaan, kegiatan KAMAJAYA Scholarship juga padat. Pada kesempatan ini saya di organisasi ataupun di KAMAJAYA Saya mendapat kesempatan untuk belajar banyak di organisasi kemahasiswaan dan KAMAJAYA Scholarship. Tugas saya di organisasi adalah menyusun anggaran maupun laporan keuangan program kerja, serta membantu ketua organisasi dalam memutuskan kebijakan karena banyak kegiatan yang konsepnya kami ubah dari konsep-konsep sebelumnya. Untuk melewati itu tidaklah mudah, banyak miskomunikasi dan rasa tidak enak selama berdinamika bersama pengurus lainnya.
Selama saya bekerja sama dengan Tita dan Avril selaku pengurus harian kegiatan KAMAJAYA Scholarship, saya merasa nyaman dan senang bersama mereka. Tidak ada hal yang membuat saya merasa tidak nyaman, kami benar-benar bisa akrab satu sama lain. Dulunya kami tidak terlalu mengenal satu sama lain. Karena bekerja sama selama menjadi BPH di KAMAJAYA Scholarship ini kami menjadi akrab satu sama lain dan merasa saling memiliki. Selain itu kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh KAMAJAYA Scholarship, juga membantu saya dalam mengenal teman satu sama lain. Saya menjadi kenal dengan teman-teman beda fakultas, hal itu membuat saya merasa bahagia. Sesuatu yang tidak ada dalam bayangan saya sewaktu masih menjadi mahasiswa baru.
Akhirnya, saya memasuki tahun terakhir sebagai mahasiswi FBE UAJY. Seperti kata teman-teman “sudah menjadi mahasiswa tua”. Semester 7 saya masih memiliki kewajiban untuk melaksanakan 1 mata kuliah wajib yang diambil. Namun saya memiliki satu mata kuliah yang nilainya kurang memuaskan sehingga saya memutuskan untuk mengulang mata kuliah tersebut. Pada semester 7 ini saya menggambil 2 mata kuliah beserta KKN. Hal baru di semester 7 ini adalah KKN, ada yang bilang KKN nyusahin ga seru, ada yang bilang KKN itu seru dan asik dengan catatan teman KKN-nya juga seru. Sehari sebelum pertemuan perdana KKN. Ada teman saya yang memberi tahu bahwa aku satu kelompok dengan temannya. Saya mengirimkan chat berkenalan dan sampai bertemu besok. Tidak saya sangka ternyata pertemuan pertama bersama teman-teman KKN menyenangkan mereka semua orang asik dan mudah bergaul. Kehidupan saya menjadi lebih berwarna tidak ada namanya drama KKN yang membuat suasana panas berkepanjangan. Akhirnya kami menyelesaikan KKN dengan baik.
Semester 8 sudah didepan mata, semester akhir waktunya menyusun tugas akhir. Pada semester ini kegiatanku selain menyusun skripsi adalah magang. Dari relasi ibu saya diberikan kesempatan untuk magang di Dinas Perpustakan dan Kearsipan Kota Yogyakarta. Di tempat ini saya magang selama 3 bulan. Saya mendapat teman baru yang akrab hingga saat ini. Di sini saya belajar untuk mengatur waktu. Dari pagi hingga sore saya melakukan magang dan malam saya harus menyicil tugas akhir.
Tugas akhir saya tidak sepenuhnya berjalan mulus. Saya kesulitan mencari responden. Responden saya yang spesifik membuat saya sulit mendapatkan responden. Kurang lebih selama 1 bulan saya terhambat hanya untuk mendapatkan responden dan akhirnya saya tidak bisa mendaftar pendadaran bulan Mei untuk ujian pendadaran bulan Juni. Saya benar-benar takut jika tidak dapat lulus tepat waktu dan wisuda Agustus. Saya tetap berusaha untuk menyelesaikan. Setelah mendapatkan responden ternyata saya mendapatkan masalah di hasil uji data yang tidak valid. Saya berdiskusi bersama dosen pembimbingan dan kami mendapat jalan keluar. Puji Tuhan tanggal 15 Juni skripsi saya sudah disetujui dan bisa mendaftar ujian pendadaran.
Ada lega dan takut, lega karena saya bisa ujian pendadaran di bulan Juli serta wisuda bulan Agustus namun takut untuk menghadapi ujian pendadaran. Semua hal itu saya percayakan dengan pikiran yang saya pegang sejak lama “kalau sudah kadung nyemplung ya harus tanggung jawab diselesaikan”. Pengumuman pendadaran sudah keluar dan saya mendapatkan tanggal yang saya inginkan. Tanggal 14 Juli adalah hari saya melaksanakan ujian pendadaran dan selama ujian saya merasa tenang karena semua sudah saya percayakan ke dalam tangan Tuhan.
Saya keluar ruang ujian dengan senyuman. Selain merasa puas saya ingin menyemangati teman yang akan maju setelah saya supaya tidak terlalu tegang. Akhirnya teman-teman satu tim saya sudah selesai dan kami semua dipanggil untuk pengumuman kelulusan. Puji Tuhan saya mendapat nilai yang memuaskan. Hari bahagia tersebut belum sepenuhnya bahagia, karena masih ada tahapan lagi yaitu yudisium. Saya harus segera merevisi skripsi saya dan bimbingan bersama dosen pembimbing serta dosen penguji sambil menyiapkan persyaratan yudisium.
Menjadi bagian dari keluarga Penerima Beasiswa KAMAJAYA adalah sebuah kehormatan dan pengalaman yang sangat berharga. Terima kasih kepada seluruh alumni dan pengurus KAMAJAYA atas kebaikan, kehangatan, serta dukungan yang tidak pernah putus selama perjalanan akademis saya.
Doa dan harapan terbaik saya untuk KAMAJAYA ke depannya:
- Semoga Keluarga Alumni Universitas Atma Jaya Yogyakarta terus solid, semakin berdampak, dan tiada hentinya melahirkan program-program kebaikan.
- Semoga seluruh alumni dan donatur senantiasa diberkahi dengan kesehatan, kelancaran dalam berkarya, dan rezeki yang berlimpah.
- Semoga Beasiswa KAMAJAYA terus menjadi cahaya dan jembatan harapan bagi banyak mahasiswa lainnya untuk terus melangkah maju.




Yogyakarta, 15 Agustus 2026
Margareta Lisa Cahyaningtyas
Mahasiswa Program Studi Manajemen UAJY Angkatan 2022
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-7











No Comments