KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Ada Putih di Hitam, Ada Hitam di Putih

Lentera Atma: Ada Putih di Hitam, Ada Hitam di Putih

Kita sering merasa sudah mengenal seseorang hanya karena melihat bagaimana ia bersikap di hadapan kita. Ketika seseorang berbuat buruk, kita buru-buru memberinya sebuah nama: jahat, tidak baik, atau tidak pantas dipercaya. Padahal, mungkin ada bagian dari hidupnya yang tidak pernah kita lihat. Ada alasan di balik sikapnya, ada luka yang tidak pernah ia ceritakan, dan mungkin ada kebaikan yang ia lakukan diam-diam tanpa pernah sampai kepada telinga kita.

Begitu juga sebaliknya, seseorang yang terlihat baik belum tentu selalu baik dalam setiap sisi kehidupannya. Senyum yang kita lihat mungkin hanya satu bagian kecil dari dirinya, sementara ada sisi lain yang tidak pernah ia tunjukkan kepada siapa pun. Karena setiap manusia menyimpan ruang yang tidak selalu diperlihatkan kepada orang lain. Maka mungkin, kita tidak pernah benar-benar bisa menilai seseorang hanya dari satu warna. Sebab di dalam hitam, selalu ada titik putih. Dan di dalam putih, selalu ada titik hitam.

Tidak ada manusia yang sepenuhnya gelap, dan mungkin tidak ada pula manusia yang sepenuhnya terang. Kita semua adalah kumpulan dari banyak hal yang saling bertentangan, antara kebaikan yang pernah kita lakukan dan kesalahan yang ingin kita lupakan. Kita melihat kesalahannya, tetapi tidak tahu perjuangannya. Kita melihat sikap buruknya, tetapi tidak tahu apa yang pernah ia lalui sebelum akhirnya menjadi seperti sekarang.

Begitu pula ketika kita melihat seseorang yang tampak sempurna, kita tidak pernah benar-benar tahu apa yang ia sembunyikan ketika tidak ada seorang pun yang melihat. Pada akhirnya, kita hanya melihat satu halaman dari buku kehidupan seseorang yang begitu panjang. Mungkin karena itu, kita perlu belajar untuk tidak terlalu cepat menghakimi. Bukan berarti semua kesalahan harus dibenarkan, atau orang yang menyakiti kita harus selalu dimaafkan tanpa batas. Tetapi sebelum menyimpulkan siapa seseorang sebenarnya, mungkin kita perlu mengingat bahwa manusia jauh lebih luas daripada apa yang terlihat oleh mata.

Ada cerita yang tidak kita tahu, ada perjuangan yang tidak kita saksikan, dan ada sisi baik yang mungkin tidak pernah diberi kesempatan untuk kita kenal. Bisa jadi, orang yang hari ini kita anggap paling buruk, pernah menjadi seseorang yang sangat baik bagi orang lain. Dan bisa jadi, seseorang yang hari ini kita kagumi ternyata sedang menyembunyikan sisi dirinya yang belum pernah kita kenal. Bukan karena manusia selalu berpura-pura, tetapi karena setiap orang memiliki sisi yang hanya muncul dalam keadaan tertentu. Kita pun mungkin tidak akan pernah benar-benar mengenal seseorang sepenuhnya, bahkan setelah bertahun-tahun bersamanya.

Pada akhirnya, mungkin kita tidak perlu terlalu sibuk mencari siapa yang hitam dan siapa yang putih. Karena semakin lama kita mengenal kehidupan, semakin kita sadar bahwa warna manusia tidak pernah sesederhana itu. Di dalam hitam, mungkin ada setitik putih yang sedang berusaha ditemukan. Dan di dalam putih, mungkin ada setitik hitam yang sedang berusaha disembunyikan.

Mungkin tugas kita bukan untuk menentukan siapa yang sepenuhnya baik atau sepenuhnya buruk. Tugas kita adalah belajar melihat manusia dengan lebih utuh, tanpa melupakan bahwa setiap orang sedang berjuang menghadapi sesuatu yang mungkin tidak kita ketahui. Sebab terkadang, seseorang yang terlihat paling keras justru menyimpan hati yang paling lembut. Dan seseorang yang terlihat paling lembut pun tetap bisa memiliki sisi yang tidak pernah kita bayangkan. Karena kita pun sama.

Mungkin di dalam cerita seseorang, kita adalah manusia yang penuh kebaikan, sementara di dalam cerita orang lain, kita adalah seseorang yang pernah meninggalkan luka. Kita bisa menjadi hitam di dalam satu cerita, sekaligus menjadi putih di dalam cerita yang lain. Dan mungkin, itulah sebabnya kita perlu lebih berhati-hati dalam menilai manusia, karena tidak ada seorang pun yang hanya memiliki satu warna.

Image by Jackson David from Pixabay

No Comments

Post a Comment