KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Bersyukur Atas Perjalanan: Percaya Pada Rancangan Tuhan

Lentera Atma: Bersyukur Atas Perjalanan: Percaya Pada Rancangan Tuhan

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

Pernahkah kita berhenti sejenak untuk melihat kembali sejauh apa kita sudah berjalan? Sebagai mahasiswa, kita sering terlalu sibuk memikirkan apa yang belum dicapai. Tugas, nilai, kegiatan, rencana setelah lulus, dan berbagai harapan membuat kita lupa bahwa ada begitu banyak hal yang sudah berhasil kita lewati.

Menjadi mahasiswa tidak selalu berjalan sesuai bayangan. Ada saat ketika kita merasa yakin dengan pilihan yang diambil, tetapi ada juga waktu ketika kita mulai mempertanyakan kemampuan dan arah perjalanan. Melihat teman dengan pencapaian lebih banyak terkadang membuat kita merasa tertinggal. Padahal, setiap orang memiliki cerita dan proses yang berbeda, dan kita tidak pernah benar-benar tahu perjuangan di balik pencapaian orang lain.

Ada perjuangan yang mungkin tidak diketahui siapa pun: tugas yang diselesaikan ketika lelah, tanggung jawab yang tetap dijalankan meski kehilangan semangat, serta kekhawatiran tentang masa depan yang hanya kita simpan sendiri. Semua itu mungkin terlihat sederhana, tetapi sebenarnya merupakan bagian dari perjalanan yang membawa kita sampai hari ini.

Kita juga pernah mengalami kegagalan, kehilangan kesempatan, atau menghadapi rencana yang tidak berjalan sesuai harapan. Saat itu, kita mungkin merasa kecewa dan bertanya mengapa hal tersebut harus terjadi. Namun, seiring waktu, kita belajar bahwa tidak semua kegagalan berarti ketidakmampuan. Beberapa hal justru mengajarkan kita untuk mengenal diri, memperbaiki kesalahan, dan memahami bahwa hidup tidak selalu harus berjalan sesuai dengan rencana kita.

Di tengah ketidakpastian, Yeremia 29:11 mengingatkan bahwa Tuhan mengetahui rancangan terbaik bagi kita. Bukan berarti perjalanan akan selalu mudah atau semua keinginan terwujud sesuai waktu yang diharapkan, tetapi kita dapat percaya bahwa Tuhan tetap menyertai setiap proses, termasuk ketika kita belum memahami ke mana perjalanan ini akan membawa kita.

Oleh karena itu, kita perlu belajar berterima kasih kepada diri sendiri tanpa harus menunggu pencapaian besar. Terima kasih karena tetap menjalankan tanggung jawab ketika keadaan tidak mudah, tetap belajar setelah melakukan kesalahan, berani mencoba meskipun hasilnya belum pasti, dan tetap melanjutkan perjalanan ketika arah masa depan belum sepenuhnya jelas.

Mungkin kita belum berada di tempat yang diinginkan, tetapi bukan berarti kita tidak berkembang. Kita sudah melewati banyak hal yang dahulu terasa berat, belajar dari kesalahan, bertemu dengan orang-orang yang memberi pelajaran, dan mengalami berbagai proses yang perlahan membentuk diri kita.

Pada akhirnya, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mendapatkan gelar. Masa ini juga mengajarkan kita tentang tanggung jawab, kegagalan, keberanian, proses, dan bagaimana mengenal diri sendiri. Kita mungkin belum tahu seperti apa perjalanan setelah ini, tetapi kita dapat menjalaninya dengan sebaik-baiknya sambil percaya bahwa Tuhan memiliki rancangan-Nya.

Terima kasih kepada diri sendiri karena sudah bertahan sampai hari ini. Perjalanan kita mungkin belum selesai, tetapi setiap langkah yang sudah dilalui tidak pernah sia-sia.

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

No Comments

Post a Comment