Lentera Atma: Pelan-Pelan, Aku Sedang Bertumbuh
Kadang-kadang saya suka merasa hidup saya berjalan terlalu cepat. Rasanya baru kemarin saya masih bingung memilih jurusan kuliah, sekarang sudah mulai memikirkan organisasi, kepanitiaan, tugas, masa depan, dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sebelumnya terasa masih jauh. Ada hari ketika saya merasa sangat bersemangat dan yakin dengan apa yang sedang saya jalani. Tapi ada juga hari ketika saya hanya ingin berhenti sebentar dan bertanya kepada diri sendiri, “Sebenarnya aku sudah sejauh apa, ya?”
Menjadi mahasiswa membuat saya sadar bahwa ternyata bertumbuh tidak selalu terasa menyenangkan. Ada banyak hal yang awalnya saya lakukan dengan penuh semangat, tetapi di tengah jalan mulai terasa melelahkan. Ada tanggung jawab yang membuat saya senang karena dipercaya, tetapi sekaligus membuat saya takut tidak bisa menjalankannya dengan baik. Ada juga momen ketika saya melihat teman-teman saya berkembang begitu cepat, lalu tanpa sadar saya membandingkan diri sendiri dengan mereka. “Kok dia sudah sejauh itu, sedangkan aku masih di sini-sini saja?” Padahal, mungkin saya hanya lupa bahwa setiap orang memang sedang berjalan di jalan yang berbeda.
Saya bukan seseorang yang selalu percaya diri. Justru, ada banyak hal yang masih sering membuat saya ragu pada diri sendiri. Ketika mendapatkan kesempatan baru, saya bisa merasa senang sekaligus takut dalam waktu yang bersamaan. Takut salah, takut tidak cukup baik, takut mengecewakan orang lain, dan terkadang takut kalau ternyata saya memang tidak sehebat yang orang lain pikirkan. Namun, semakin banyak pengalaman yang saya jalani, saya mulai memahami bahwa rasa takut tidak selalu berarti saya tidak mampu. Bisa jadi, rasa takut itu muncul karena saya sedang mencoba sesuatu yang belum pernah saya lakukan sebelumnya.
Dari berbagai kegiatan yang saya ikuti selama kuliah, saya belajar bahwa ternyata saya bisa menemukan sisi diri saya yang sebelumnya tidak saya kenal. Saya belajar berbicara di depan banyak orang, bekerja dengan orang-orang yang memiliki karakter berbeda, belajar menjadi bagian dari sebuah tim, dan belajar bertanggung jawab atas hal-hal yang saya pilih.
Saya juga menemukan bahwa saya menikmati hal-hal yang berhubungan dengan tampil dan berinteraksi dengan orang lain. Menari, menjadi MC, mengikuti kegiatan organisasi, sampai terlibat dalam kepanitiaan mungkin terlihat seperti hal-hal yang berbeda. Namun, semuanya memberikan satu pelajaran yang sama: saya sedang belajar menjadi lebih berani.
Tentu saja, prosesnya tidak selalu mulus. Ada kalanya saya merasa kemampuan saya biasa saja. Ada saat ketika saya merasa kurang dibandingkan orang lain. Bahkan, terkadang saya mempertanyakan apakah keputusan yang saya ambil sudah benar. Tapi mungkin memang seperti itulah proses bertumbuh. Kita tidak selalu mendapatkan jawaban setelah mengambil satu langkah. Kadang kita baru mengerti alasan di balik sebuah pengalaman setelah melewatinya.
Saya juga mulai belajar bahwa tidak semua kesempatan harus diterima hanya karena kita takut kehilangan kesempatan. Ada kalanya kita perlu berkata “iya” dan mencoba sesuatu yang baru. Tetapi ada juga saat ketika kita perlu berkata “tidak” karena tahu bahwa diri sendiri sedang membutuhkan waktu untuk beristirahat atau menyelesaikan hal lain yang lebih penting.
Dulu saya mungkin menganggap mengatakan tidak sebagai bentuk ketidakmampuan. Sekarang saya mulai melihatnya sebagai salah satu bentuk mengenal dan menghargai diri sendiri. Mungkin inilah salah satu hal yang paling saya pelajari selama menjadi mahasiswa: saya tidak harus selalu tahu semuanya. Saya tidak harus selalu punya rencana lima tahun ke depan. Saya juga tidak harus punya pencapaian yang bisa dibandingkan dengan orang lain agar perjalanan saya dianggap berarti. Ada hari ketika saya produktif, ada hari ketika saya hanya mampu menyelesaikan hal-hal kecil. Ada hari ketika saya merasa sangat yakin, ada pula hari ketika saya kembali meragukan diri sendiri. Dan ternyata, semuanya tetap bagian dari proses.
Saya ingin belajar untuk tidak terlalu keras kepada diri sendiri. Kalau hari ini saya belum sehebat orang lain, tidak apa-apa. Kalau saya masih sering takut, tidak apa-apa. Kalau ternyata jalan yang saya pilih nantinya berubah, juga tidak apa-apa. Saya masih punya banyak waktu untuk mencoba, salah, belajar, dan menemukan kembali apa yang sebenarnya saya inginkan.
Pada akhirnya, saya tidak ingin menjalani masa muda hanya dengan sibuk mengejar sesuatu sampai lupa menikmati prosesnya. Saya ingin mengingat masa kuliah bukan hanya dari nilai, jabatan, atau daftar kegiatan yang pernah saya ikuti, tetapi juga dari orang-orang yang saya temui, tawa yang pernah saya bagi, pengalaman yang membuat saya belajar, dan keberanian-keberanian kecil yang mungkin saat itu terasa sepele.
Mungkin sekarang saya memang belum tahu akan menjadi siapa beberapa tahun lagi.Namun, untuk saat ini, saya rasa itu tidak masalah. Saya hanya ingin terus melangkah, meskipun perlahan. Karena mungkin, bertumbuh memang tidak selalu tentang seberapa cepat kita sampai. Terkadang, bertumbuh adalah tentang tetap memilih untuk berjalan meskipun kita belum tahu persis ke mana arah akhirnya.
Dan kalau suatu hari nanti saya melihat kembali diri saya yang sekarang, saya berharap saya bisa tersenyum dan berkata, “Ternyata aku sudah sejauh ini. Ternyata aku berhasil melewati semuanya.”
Untuk sekarang, tidak apa-apa kalau masih pelan.
Tidak apa-apa kalau masih mencari arah.
Saya tidak sedang tertinggal.
Saya hanya sedang bertumbuh, dengan cara saya sendiri.
Image by Ryan McGuire from Pixabay











No Comments