Kisah Penerima Beasiswa: Belajar Dari Balik Layar: Pengalaman Magang Di Plaza Malioboro
Halo, perkenalkan saya Francisca Bintang Eka Putri, biasa dipanggil Bintang. Saya merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Saat ini, saya mendapatkan kesempatan untuk menjalani kegiatan magang di bidang Marketing Communication Plaza Malioboro.
Sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi, saya cukup sering mendapatkan tugas yang berkaitan dengan komunikasi, mulai dari membuat konten, menyusun strategi komunikasi, hingga memikirkan bagaimana sebuah pesan dapat disampaikan kepada audiens. Namun, saya menyadari bahwa belajar di dalam kelas tentu berbeda dengan belajar secara langsung di dunia kerja. Karena itu, ketika mendapatkan kesempatan magang, saya merasa senang sekaligus sedikit khawatir: apakah ilmu yang selama ini saya pelajari benar-benar dapat diterapkan di dunia kerja?
Plaza Malioboro kemudian menjadi tempat bagi saya untuk menemukan jawabannya.
Dari Konsumen ke “Orang Dalam”
Sebelum magang, saya mengenal Plaza Malioboro hanya sebagai pusat perbelanjaan yang ramai di kawasan Malioboro. Namun, setelah bergabung sebagai intern di tim Marketing Communication, saya mulai melihat sisi lain dari sebuah mall. Di balik keramaian pengunjung, ada banyak proses dan orang yang bekerja untuk menciptakan pengalaman terbaik.
Selama magang, saya berkesempatan mengerjakan berbagai hal yang berkaitan dengan komunikasi dan konten: mencari ide untuk media sosial, menyusun script voice over, membuat caption, hingga ikut memikirkan konsep kegiatan yang dapat menarik perhatian pengunjung.
Awalnya saya berpikir membuat konten hanya soal ide menarik dan kemasan visual. Namun, saya segera menyadari bahwa konten harus memiliki tujuan. Kita perlu memahami audiens, pesan yang ingin disampaikan, serta cara agar pesan terasa dekat dengan mereka. Bahkan pemilihan kata dalam script atau caption pun harus diperhatikan agar tidak terasa kaku dan tetap sesuai dengan karakter audiens.
Mall sebagai Ruang Komunikasi
Saya juga ikut terlibat dalam perencanaan kegiatan di Plaza Malioboro. Dari pengalaman itu, saya melihat bahwa mall bukan hanya tempat berbelanja, tetapi juga ruang untuk berbagai aktivitas: pertunjukan seni, kegiatan komunitas, workshop, hingga wadah anak muda menyalurkan kreativitas.
Hal ini membuat saya semakin memahami bahwa komunikasi tidak hanya hadir dalam bentuk iklan atau promosi, tetapi juga melalui pengalaman yang diberikan sebuah tempat kepada masyarakat.
Tantangan dan Pembelajaran
Tentu ada tantangan yang saya hadapi. Ada ide yang harus direvisi, ada keraguan apakah konsep yang saya buat cukup menarik, dan ada momen ketika saya merasa belum sepenuhnya paham. Namun, saya belajar bahwa revisi bukanlah hal yang menakutkan. Justru melalui masukan dari mentor, saya bisa melihat kekurangan dan memperbaikinya.
Saya juga belajar untuk berani bertanya ketika ada hal yang belum saya pahami. Bagi saya, menjadi intern berarti harus memiliki kemauan untuk terus belajar, bukan merasa sudah tahu segalanya.
Nilai dari Proses
Saya bersyukur memiliki mentor dan tim yang membimbing dengan sabar. Dari mereka, saya belajar bukan hanya tentang Marketing Communication, tetapi juga tentang tanggung jawab, ketelitian, komunikasi dalam tim, dan sikap profesional.
Ada satu hal penting yang saya sadari: terkadang kita terlalu fokus pada hasil akhir tanpa melihat proses panjang di baliknya. Sebuah video singkat ternyata membutuhkan banyak tahapan. Sebuah acara sederhana bagi pengunjung ternyata memerlukan persiapan dari berbagai pihak. Menyaksikan proses itu membuat saya semakin menghargai setiap pekerjaan di balik sebuah brand.
Refleksi
Pengalaman magang ini bukan sekadar menambah kemampuan di bidang Marketing Communication. Lebih dari itu, magang menjadi kesempatan untuk keluar dari zona nyaman dan menerapkan ilmu kuliah secara nyata. Saya belajar bahwa tidak apa-apa jika belum tahu semuanya, tidak apa-apa jika masih melakukan kesalahan. Yang terpenting adalah kemauan untuk belajar, menerima masukan, dan terus mencoba menjadi lebih baik.
Saya sadar perjalanan menuju profesional masih panjang. Masih banyak hal yang perlu dipelajari, pengalaman yang harus diraih, dan kesalahan yang mungkin ditemui. Namun, saya percaya setiap kesempatan hari ini akan membentuk diri saya di masa depan.Bagi saya, Plaza Malioboro bukan hanya tempat magang, tetapi juga ruang belajar yang penuh cerita. Dari balik layar konten, kegiatan, dan komunikasi, saya belajar bahwa hal-hal sederhana ternyata memiliki proses yang kompleks. Dan mungkin, inilah pelajaran paling berharga: untuk bertumbuh, kita tidak harus langsung hebat. Kita hanya perlu berani mengambil kesempatan, mau belajar, dan menikmati setiap proses yang ada.


Yogyakarta, 2 September 2026
Francisca Bintang Eka Putri
Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UAJY Angkatan 2024
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-9











No Comments