KAMAJAYA Scholarship / Kisah/Kesaksian/Testimoni  / Kisah Penerima Beasiswa: Kesempatan yang Mengalir

Kisah Penerima Beasiswa: Kesempatan yang Mengalir

Nama saya Bernadeta Adventa Ruma, mahasiswi Fakultas Hukum angkatan 2023. Waktu saya masuk kuliah tahun 2023, saya sebenarnya tidak terlalu memikirkan soal biaya. Saya pikir, seperti kebanyakan orang lainnya, urusan itu nanti bisa dipikirkan sambil berjalannya perkuliahan. Namun memasuki semester 2 menuju semester 3, saya mulai sadar kalau kondisi keuangan keluarga saya tidak sesederhana yang saya bayangkan. Ada bulan-bulan di mana saya harus menunda bilang ke orang tua soal kebutuhan kuliah, karena saya tahu mereka sedang pusing memikirkan hal lainnya juga. Saya ingat waktu itu saya cuma diam saja kalau ditanya teman-teman soal rencana semester depan, karena jujur saya sendiri belum tahu apakah saya bisa lanjut atau tidak.

Di titik itulah saya dan orang tua mendengar informasi terkait KAMAJAYA Scholarship dari salah satu staff bagian keuangan kampus. Awalnya saya agak ragu untuk mendaftarkan diri. Bukan karena tidak butuh, namun karena saya merasa mungkin banyak yang lebih membutuhkan dibanding saya. Tetapi setelah saya baca-baca dan berunding dengan kedua orang tua saya, akhirnya saya mencoba untuk mendaftar dan berharap yang terbaik. Puji Tuhan, tepatnya pada semester 3, tahun 2024 kemarin, saya dinyatakan sebagai salah satu Penerima Beasiswa KAMAJAYA.

Saya masih mengingat betul rasanya pada saat pengumuman hasil seleksi Beasiswa KAMAJAYA kala itu. Bukan hanya lega soal biaya, tetapi ada semacam rasa “Oh, ternyata saya tidak sendirian menghadapi ini”. Saya sempat bercerita ke orang tua saya melalui telepon, dan saya mendengar suara mereka agak berubah, seperti menahan sesuatu. Saya rasa itu momen di mana beban yang selama ini dipikul diam-diam akhirnya bisa sedikit diringankan, tidak hanya untuk saya, tetapi buat keluarga saya juga.

Selama menjadi penerima beasiswa, saya sangat bersyukur karena dari KAMAJAYA Scholarship ada fasilitas yang diberikan yang tidak berhenti di uang kuliah saja. Ada pelatihan-pelatihan pengembangan diri, workshop soft skill seperti career insight, sampai kesempatan untuk ikut kegiatan-kegiatan yang mungkin tidak akan pernah saya bayangkan bisa saya akses kalau saya harus memikirkan biaya kuliah sendirian saja. Rasanya seperti beasiswa ini tidak hanya “menyelamatkan” saya secara finansial, tapi juga ikut membentuk saya menjadi versi diri yang lebih siap menghadapi dunia setelah kampus.

Saya juga merasakan betul bagaimana fasilitas ini hadir bukan sebagai formalitas, tapi benar-benar dirancang supaya penerima beasiswa punya ruang untuk bertumbuh, bukan sekadar bertahan. Ada momen-momen kecil, seperti sesi konseling ketika saya sedang kesulitan mengatur waktu antara kuliah dan tanggung jawab keluarga, atau diskusi santai bersama sesama penerima beasiswa yang ternyata jadi tempat saya belajar banyak hal di luar kelas. Semua itu membuat saya sadar, beasiswa ini bukan cuma soal “dibantu”, tapi soal “diberi ruang untuk berkembang dengan cara saya sendiri”.

Ditambah selama menjalani kuliah di Fakultas Hukum UAJY, saya juga jadi lebih sadar soal apa yang sebenarnya saya perjuangkan. Belajar hukum membuat saya, bukan cuma soal pasal dan teori, tapi soal bagaimana sistem bisa berpihak pada orang-orang yang sering kali tidak punya akses atau tidak tahu harus ke mana mencari bantuan. Dan entah kenapa, pengalaman saya sendiri sebagai Penerima Beasiswa KAMAJAYA membuat saya lebih peka soal itu. Saya jadi paham betul rasanya berada di posisi butuh bantuan, tapi tidak selalu tahu ke mana harus mencarinya kalau tidak ada yang membuka jalan lebih dulu.

Saya belum tahu persis akan jadi apa nanti setelah lulus. Tapi satu hal yang saya tahu pasti: apa yang saya terima dari KAMAJAYA Scholarship ini bukan sesuatu yang berhenti di saya. Suatu saat, kalau saya sudah bisa berdiri sendiri, saya ingin jadi bagian dari orang-orang yang meneruskan ini ke mahasiswa lain yang mengalami hal serupa dengan saya dulu. Bukan karena merasa berhutang, tapi karena saya tahu persis rasanya diberi kesempatan di saat paling dibutuhkan, dan saya ingin ada orang lain yang merasakan hal yang sama.

Terima kasih, KAMAJAYA Scholarship, untuk kesempatan yang diberikan. Perjalanan saya belum selesai, tapi saya tahu saya tidak menjalaninya sendirian.

Yogyakarta, 5 Agustus 2026

Bernadeta Adventa Ruma
Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UAJY Angkatan 2023
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-8

No Comments

Post a Comment