KAMAJAYA Scholarship / Lentera Atma  / Lentera Atma: Dikuatkan Di Tengah Ketakutan

Lentera Atma: Dikuatkan Di Tengah Ketakutan

“Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan.” (Yesaya 41:10)

Ada kalanya kita merasa yakin dengan langkah yang sedang dijalani, tetapi ada juga saat ketika rasa takut dan ragu muncul bersamaan. Dalam kehidupan perkuliahan, tugas yang semakin banyak, nilai yang belum sesuai harapan, kegiatan yang harus dijalani, atau pencapaian teman yang terlihat lebih besar sering membuat kita merasa tertinggal. Kita mulai membandingkan perjalanan dengan orang lain dan mempertanyakan kemampuan diri sendiri, hingga muncul rasa insecure. Padahal, setiap orang memiliki waktu, kesempatan, dan proses yang berbeda.

Sering kali kita ingin mengetahui bagaimana semuanya akan berjalan sebelum berani melangkah. Kita ingin memastikan bahwa keputusan yang diambil tidak salah dan usaha yang dilakukan akan menghasilkan sesuatu sesuai harapan. Namun, kehidupan tidak selalu memberikan jawaban dengan segera. Ada hal-hal yang baru kita pahami setelah menjalaninya. Ada pula rencana yang harus berubah meskipun sudah dipersiapkan dengan baik.

Di tengah ketidakpastian, Yesaya 41:10 mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meminta kita menjalani seluruh perjalanan dengan kekuatan sendiri. Dalam perjalanan, tentu ada saat ketika sesuatu tidak berjalan sesuai harapan. Kita bisa gagal, kecewa, atau bahkan merasa tidak yakin dengan diri sendiri. Namun, hal-hal tersebut bukan berarti Tuhan meninggalkan kita. Ketika kita merasa lemah, Tuhan meneguhkan. Ketika kita merasa takut, Tuhan menyertai. Ketika kita tidak tahu harus melangkah ke mana, kita tetap dapat percaya bahwa Tuhan hadir dalam setiap proses yang kita jalani.

Karena itu, kita tidak harus mengetahui semua jawaban hari ini. Kita tidak harus memastikan dengan pasti bagaimana masa depan akan berjalan. Yang perlu kita lakukan adalah terus melangkah, melakukan yang terbaik, dan menyerahkan hal-hal di luar kendali kita kepada Tuhan. Setiap langkah kecil tetap memiliki arti, bahkan ketika hasilnya belum terlihat.

Sebagai mahasiswa, kita mungkin sedang berada pada salah satu tahap kehidupan yang penuh dengan pilihan dan ketidakpastian. Jangan biarkan rasa takut membuat kita berhenti sebelum mencoba. Kita boleh merasa ragu, tetapi jangan lupa untuk kembali percaya. Percaya bahwa setiap proses memiliki makna, dan bahwa Tuhan tetap menyertai kita, bahkan ketika kita belum memahami ke mana perjalanan ini akan membawa.

Mungkin hari ini kita belum memiliki semua jawaban tentang masa depan. Namun, kita hanya perlu mengambil satu langkah lagi, karena dalam setiap langkah tersebut, Tuhan tetap berjalan bersama kita.

Gambar oleh joergweitz dari Pixabay

No Comments

Post a Comment