Kisah Penerima Beasiswa: Di Balik Layar Seminar Nasional “Beyond Construction in Indonesia”
Pada 20 Februari 2026, sebuah kegiatan luar biasa berhasil diselenggarakan, mempertemukan individu-individu hebat serta sosok-sosok yang inspiratif dalam Seminar Nasional “Beyond Construction in Indonesia”. Menjadi bagian dari panitia penyelenggara acara ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya. Kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan para profesional yang telah sukses di bidangnya membuat saya semakin yakin bahwa kuliah bukan sekadar formalitas, melainkan proses nyata untuk membangun masa depan.
Saya, Florensya, mahasiswa Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta, mendapatkan kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan ini sebagai anggota panitia. Jika dipikirkan sekilas, peran saya dalam seminar ini terasa kurang linear dengan bidang studi yang saya tekuni. Sehari-hari saya mempelajari keamanan dan kontaminasi pangan, namun dalam kegiatan ini saya justru berada di balik layar sebuah seminar konstruksi. Meskipun demikian, pengalaman ini justru membuka perspektif baru. Bertemu dengan orang-orang luar biasa membuat saya percaya bahwa suatu hari saya juga dapat mencapai hal yang serupa.
Seminar nasional ini merupakan salah satu agenda besar yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat KAMAJAYA, dengan tujuan membagikan wawasan serta membahas aspek operasional dan pemeliharaan di Ibu Kota Nusantara. Dari seluruh rangkaian materi yang disampaikan, satu hal yang saya garis bawahi adalah pentingnya tahap operasi dan pemeliharaan dalam suatu infrastruktur. Sebuah bangunan tidak hanya dinilai dari proses pembangunannya, tetapi dari bagaimana bangunan tersebut dirawat agar dapat bertahan dalam jangka panjang.
Pemahaman ini tidak hanya relevan dalam konteks infrastruktur, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Membangun sesuatu memang penting, tetapi menjaga dan merawatnya agar tetap bertahan justru menjadi kunci utama. Bagi saya, hal ini menjadi refleksi tentang bagaimana kita membangun impian, relasi, maupun diri sendiri, dan bagaimana menjaga semua itu agar tetap “long lasting”.
Selain mendapatkan wawasan baru, pengalaman ini juga mengajarkan pentingnya komunikasi dan kerjasama tim. Dalam kepanitiaan, saya belajar untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak, saya juga memahami arti tanggung jawab, pentingnya saling membantu, serta bagaimana mengesampingkan ego demi mencapai tujuan bersama. Melalui pengalaman ini, saya menyadari bahwa mencoba hal di luar zona nyaman bukanlah sesuatu yang buruk. Justru dari situlah banyak pelajaran berharga yang diperoleh. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat mendorong mahasiswa, termasuk saya sendiri, untuk terus aktif, berani mencoba hal baru, dan terbuka terhadap berbagai pengalaman.
Yogyakarta, 17 Juli 2026
Florensya Eunike Sipota
Mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan UAJY Angkatan 2023
Penerima Beasiswa KAMAJAYA Angkatan ke-9











No Comments